KATALOG LENGKAP

Silakan kirim e-mail ke rosiyaniellyana@gmail.com atau sms ke HP. 085641051278 untuk mendapatkan katalog lengkap judul-judul skripsi koleksi kami. Judul yg dipublikasikan baru sebagian dari koleksi kami. Katalog dikirim via e-mail.

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Wednesday, January 1, 2014

E-027: Analisis Pengambilan Keputusan Dalam Perencanaan Laba Dengan Menggunakan Metode Variabel Costing Pada Perusahaan Roti "Mini" Di Surakarta


SKRIPSI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam perusahaan unsur laba merupakan unsur yang paling penting, sebab tujuan utama mendirikan perusahaan pada umumnya mencari laba.
Besarnya laba yang dicapai perusahaan biasanya digunakan sukses tidaknya manajemen dalam perusahaan. Oleh karena itu manajemen harus mampu merencanakan dan sekaligus mencapai laba yang besar agar dapat dikatakan sebagai manajemen yang sukses.
Untuk dapat mencapai laba yang maksimal (dalam perencanaan maupun realisasinya) manajemen dapat melakukan langkah imisalnya, menekan biaya produksi maupun biaya operasi serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada, meningkatkan volume penjualan sebesar mungkin dan lain sebagainya. Sedangkan di dalam usaha untuk meningkatkan perusahaan perlu mengendalikan biaya-biaya yang mungkin terjadi sehubungan dengan proses produksi sejak dari bahan baku sampai produk jadi. Karena dengan di ketahui ongkos-ongkos produksi, maka dapat dipergunakan untuk meningkatkan harga pokok produksi yang terjadi dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan overhead pabrik, balk yang bersifat variabel maupun tetap. Konsep harga pokok produksi tersebut tidak selalu relevan dengan kebutuhan manajemen di dalam pengambilan keputusan oleh karena itu timbul konsep lain yang tidak memperhitungkan semua biaya produksi, tetapi hanya biaya-biaya produksi variabel saja yang diperhitungkan. Metode perhitungan harga pokok produksi ini disebut dengan metode variabel costing.
Apabila perusahaan merencanakan laba dengan memakai metode variabel costing, maka informasi yang diberikan oleh metode ini dititikberatkan pada contribution marginnya yang merupakan kelebihan dari hasil penjualan terhadap biaya variabelnya, bila contribution marginnya dihitung dalam bentuk prosentase dari hasil penjualan, maka angka ini disebut dengan contribution margin ratio atau margin income ratio. Contribution income ratio mi merupakan hal yang penting di dalam variabel costing, karena angka tersebut menunjukkan jumlah rupiah yang diperoleh dari hasil penjualan untuk menutup biaya tetap dan untuk laba yang dikehendaki.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis mengadakan penelitian denganjudul:
"ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PERENCANAAN LABA DENGAN MENGGUNAKAN METODE VARIABEL COSTING PADA PERUSAHAAN ROTI " MINI " DI SURAKARTA".

B.     Perumusan Masalah
Dengan melihat uraian di atas, maka penelitian dengan obyek pada perusahaan Roti "MINI" ini dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
“Apakah perusahaan sudah menerapkan metode variabel costing di dalam mengoperasikan usahanya ?”


DAFTAR PUSTAKA

AL. Haryono Yusuf, Dasar- dasar Akuntansi, jilid satu, Cetakan Yogyakarta : bagian Penerbit Akademi, Akuntansi YKPN,1981
Bambang Riyanto, dasar- dasar pembelajaran Perusahaan, edisi 4, BPFE- UGM, yogyakarta, 1997
Djarwanto Projo Sudarno, bimbingan menulis Skripsi, Surakarta : FE-UNS, 1983
Mulyadi, akuntansi Budaya, edisi 5, BPFE-UGM, Yogyakarta, 1995
, akuntansi Biaya, Penentuan Harga Pokok dan pengendalian Biaya Yogyakarta : BPFE - UGM,1979
 _____ , akuntasi biaya, Peranan Biaya Dalam Pengambilan Keputusan, Yogyakarta : BPFE - UGM, 1984
R. Soemita Adi Koesoema, Cost accounting (kalkulasi harga Pokok), Bandung: Bagian Penerbit Tarsito, 1975
______ , akuntansi dan Harga pokok II (harga Pokok), Bandung : Bagian Penerbit Tarsito, 1973
S. Munawir, analisa Laporan Akuntansi, Cetahan Kedua, Yogyal:arta : Bag ian Penerbit, 1986
Suhardi Sigit,Azaz- azaz Akuntansi, Bagian Pertama, Yogyakarta : BPFE; - UGM, 1980
Zaki Baridwan, intermedia Accountin, Yogyakarta : BPFE - UGM, 1978


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

Monday, December 30, 2013

HK 013 : PUTUSAN VERSTEK DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN NEGERI SEMARANG

SKRIPSI
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Pemilihan judul
Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum. Hal ini dapat kita ketahui karena­negara Indonesia bersendikan atas dasar Pancasila dan UUD 1945 yang dalam penjelasannya ditegaskan bahwa Ne­gara Indonesia berdasarkan atas hukum (rechstaat) bu -kan herdasarkan atas kekuasaan belaka (machstaat).
Di Indonesia terdapat suatu tata hukum yang mengatur tata tertib dalam, pergaulan hidup sehari hari di masyarakar, dimana segala tingkah laku orang perseorangan maupun yang menyangkut kepentingan masyarakat terikat pada peraturan-peraturan hukum yang berla­ku, dengan demikian akan terjaminlah hak-hak serta ke­wajiban yang ada pada masyarakat.
Seseorang yang merasa haknya dilanggar tidak di perkenankan bertindak sendiri atau main hakim sendiri untuk menyelesaikan sengketa tersebut, tetapi harus melalui prosedur yang benar menurut ketentuan yang berlaku. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah gugatan lewat peiigadilan, dimana hakim akan bertindak sebagai perantara bagi pihak-pihak yang bersengketa, sehingga hak-hak dan kewajiban dari warga negara akan senantiasa terjamin, dengan demikian hukum acara perdata mem­punyai arti penting dan dapat bermanfaat bagi masyara, kat. Dalam hal penyelesaian perkara lewat pengadilan maka prosedurnya harus sesuai dengan ketentuan hukum acara perdata.
Hukum Acara Perdata adalah peraturan yang mengatur bagaimana caranya menjamin ditaatinya hukum perda­ta materiil dengan perantaraan hakim. Dengan perkataan lain Hukum Acara perdata adalah peraturan hukum yang menentukan bagaimana caranya menjamin pe­laksanaan hukum perdata materiil. Lebih konkrit lagi tentang bagaimana caranya mengajukan tuntutan hak, memeriksa serta memutuskan dan pelaksanaan dari pada putusannya.

Diajukannya suatu perkara  di Pengadilan Negeri kliususnya dalam perkara perdata oleh Penggugat adalah bertujuan untuk mendapatkan keputusan yang adil dan o­byektif tentang masalah yang disengketakan. Pada prin­sipnya hakim didalam memeriksa suatu perkara, sebelum menjatuhkan keputusatinya para pihak yaitu penggugat dan tergugat terlebih dahulu diharuskan memberikan ke­terangan yang disertai dengan alasan-alasan dan alat-alat bukti untuk menguatkan haknya, ataupun untuk mem bantah hak orang lain tehadap suatu hal yang disengke­takan.
Dari alat-salat bukti yang diajukan oleh para pi hak yang berperkara, hakim dapat menilai tentang kebe­naran gugatan ataupun tangkisan para pihak yang berper kara tersebut, sehingga terciptalah keoutusan hakim yang adil dan obyektif yang dapat mengakhiri persengketaan.
Dalam hukum acara perdata dikenal adanya azas Audi Et Alteram Partem yang pada pokoknya berarti bah­wa kedua belah pihak harus didengar, kedua belah pihak yang berperkara harus sama-sama diperhatikan, berhak atas perlakuan yang sama dan adil serta masing-masing harus diberi kesempatan untuk memberikan pendapatnya.
Hal tersebut dapat juga berarti bahwa hakim tidak boleh menerima keterangan dari salah satu pihak sebagai, basar bila pihak lawan tidak didengar atau tidak, dibe­ri kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. Jadi da­lam pemeriksaan perkara dimuka persidangan harus berlangsung dengan hadirnya kedua belah pihak, kalau salah dengan satu pihak saja yang hadir maka tidak boleh dimulai dengan pemeriksaan perkara tetapi sidang harus di­tunda.
Jika azas tersebut diikuti dengan kaku maka akan terjadi kekacauan, karena sering terjadi dalam praktek pengadilan, kedua pihak yang berperkara telah dipanggil secara patut untuk hadir pada hari sidang yang telah ditentunkan oleh hakim, tetapi ternyata di  antara kedua belah pihak yang berperkara tersebut hanya salah satu pihak saja yang hadir.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, hukum A­ccra perdata memberi jalan keluar dengan memberikan peraturan tentang gugur (pasal 124 HIR) dan verstek (pasal 125 HIR). Apabila pada hari sidang yang telah ditentukan untuk hadir penggugat tidak hadir dan tidak mengirim wakil atau kuasanya meskipun dia telah dipang gil dengan patut., maka, gugatan, dianggap gugur dan peng gugat berhak mengjukan kembali gugatannya, setelah ia membayar lebih dulu ongkos perkaranya.
Apabila pada hari sidang yang telah ditentukan untuk hadir, tergugat tidak hadir dan tidak mengirim wakil/ kuasanya meskipun dia telah dipanggil dengan patut ma­ka hakim dapat memutus dengan ptusan verstek. Pembahsan masalah tersebut akan penulis tuangkan dalam bentuk skripsi aungan mengetengahkan judul :
“PUTUSAN VERSTEK DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN NEGERI SEMARANG”.

B.     Pembatasan Masalah.
Putusan verstek selain dapat dijatuhkan pada perkara-perkara perdata, dapat pula dijatuhkan pada perkara-perkara pidana. Apabila tergugat atau kuasanya tidak pernah hadir dalam sidang meskipun telah dipang­gil dengan patut.
Mengingat keterbatasan waktu, biaya dan pengetahuan, penulis, maka didalam penilisan skripsi ini di­batasi pada putusan verstek dalam hukum acara perdata saja khususnya mengenai perkara perceraian di lingkungan peradilan umum. Kami khususkan perkara percerai an karena didalam prakteknya kami melihat bahwa putus­an verstek banyak dijatuhkan pada perkara perceraian.

C.    Perumusan Masalah.
Dari uraian diatas kami ingin membahas beberapa, permasalahan Redalam bab-bab selanjutnya yaitu :
1.      Mengenai pengertian dati putusan verstek dan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menjatuhkan putusan verstek.
2.      Mengenai pembuktian.dalam putusan verstek.
3.      Mengenai prosedur untuk terjadinya suatu perceraian dan bagaimana apabila suatu perceraian diputus dengan versek.
4.      Apakah dengan dijatuhkannya verstek selalu merugikan pihak tergugat dan menguntungkan pihak penggugat.
....................


DAFTAR PUSTAKA

Afandi Ali, Hukum Waris Hukum Keluarga Hukum.Pembuktian  ( Jakarta : PT. Bina Aksara, 1984 ).
Gerungea, Psychilogi Sosial. (Bandung : PT. Eresco, 196 1967)
Koosmargono dan Mochammad Djalis, Hukum Acara Perdata membaca dan mengerti HIR. (Semarang :Seksi Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, 1983)
Mertokusumo, Sudikno, Hukum; Acara perdata Indonesia. (Yog yakarta : Liberty, 1982)
Prodjodikoro Wirjojo, hukum Acara Perdata di Indonesia. (Sumur bandung)
Retnowulan Sutantio dan.iskandar Oeripkartawinata, Hukum Acara Perdata Dalam leori dan Praktek. (Bandung : Alumni, 1986)
Supomo, Hukum Acara Perdata. Pengadilan Negeri. (Jakarta Pradnya Paramita, 1986).
Subekti, hukum Acara rerdata. (Bandung : Binacipta, 1982)
Soemitro, Rony Hanityo Metode Penelitian Hukum. (Jakarta Ghalia Indonesia, 1982
Wantjik Saleh, Uraian Peraturan Pelaksanaan UU Perkawinan (Jakarta : PT. Ichtiar Bava van Ho eve, 1975)
Soesilo, RIBYHIR dengan Penjelasan (Bogor : Politea,1980)
Suh.ekti dan Tjitrosudibio, Kitab UU Hukum Perdata. (Dakar to : Pradnya Paramita, 1979)
Majalah Fakultas Hukum Universitas: Diponegoro, Masalah-masalah Hukum, no. 5 - 1987)
Keputusan MenHankam/Pangah No. Kep/01/1/1980, Peraturan Perkawinan Perceraian dan Rujuk. (Jakarta : Disbintalpol Mabespol)
Departemen. Pertahanan Keamaanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Petunjuk Pelaksanaan Perkawinan Perceraian dan Rujuk bagi anggota,Polri (Jakarta : Disbintal pol Mabespol)


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

E 062 : Kemampuan Rasio Keuangan Sebagai Alat Untuk Memprediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur

 SKRIPSI
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. 

Abstrak

Peringkat obligasi merupakan guide bagi para pemodal yang berminat membeli obligasi karena peringkat obligasi merupakan skala risiko dari semua obligasi yang diperdagangkan, skala ini menunjukan seberapa aman suatu obligasi bagi si pemodal. Keamanan ini ditunjukan oleh kemampuannya dalam membayar bunga dan pelunasan pokok pinjaman.  Agen pemeringkat dalam menentukan pemeringkat suatu obligasi dipengaruhi oleh beberapa kriteria diantaranya rasio keuangan,  mortage provision,  sinkin fund, dan  maturity. Beberapa literatur menyatakan pemeringkatan obligasi yang dilakukan oleh pemeringkat tidak selalu akurat Berdasarkan permasalahan tersebut, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh tambahan bukti empiris mengenai kemampuan rasio keuangan dalam membentuk model yang digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi. Data  yang digunakan berupa rasio keuangan (leverage, likuiditas, solvabilitas, profitailitas, dan produktivitas ).
Populasi dalam penelitian ini adalah data dan informasi keuangan perusahaan manufaktur yang obligasinya terdaftar pada agen pemeringkat PT. KASNIC Credit Rating dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Dengan metode random sampling diperoleh sampel sebanyak 13 perusahaan manufaktur dan menghasilakan 52 observasi sejak tahun 2004 sampai dengan 2005. penentuan populasi sasaran berdasarkan kriteria obligasi yang mendapatkan kasifikasi invesment grade (yang memiliki rengking BBB, A, AA, dan AAA) dan non-invesment grade (D, CCC, B, dan BB) dari agen pemeringkat  PT. KASNIC Credit Rating. Adapun populasi tersebut berjumlah 52 unit, yaitu klasifikasi invesment grade 40 unit dan non-invesment grade 12 unit. 
Hasil penelitian dengan menggunakan uji  Independent Sample t Test  menunjukan dari kelima rasio keuangan, kelima rasio keuangan tersebut berbeda secara signifikan antara perusahaan yang peringkatnya masuk invesment grade dan non-invesment grade. MDA (Multiple Diskriminan Analysis) secara statistik menunjukan bukti bahwa rasio keuangan yang diajukan yaitu: leverage dengan proxy  Long Term Liabilities/ Total Asset, likuiditas (Current Asset/ Current Liabilities), solvabilitas (Cash Flow from Operating/ Total Liabilities), profitailitas (Operating Income/ Sales), dan produktivitas  (Sales/ Total Asset). Dari kelima rasio keuangan tersebut 4 diantaranya, yaitu leverage, solvabilitas, profitailitas, dan produktivitas mempunyai kemampuan dalam membentuk model prediksi peringkat obligasi. Model prediksi yang terbentuk mempunyai tingkat ketepatan mencapai 96,2 % dalam memprediksi peringkat obligasi. 
Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan tersebut berbeda secara signifikan antara perusahaan yang rating  obligasinya masuk invesment grade dan non-invesment grade. Rasio keuangan tersebut juga dapat digunakan sebagai model prediksi obligasi khusus perusahaan manufaktur yang berada di Indonesia. Para emiten hendaknua memperbaiki atau meningkatkan kinerja keuanganya agar dapat meningkatkan kinerja keuanganya. Para emiten yang ingin menginfestasikan dananya hendaknya memperhatikan rating perusahaan yang akan menjadi tempat untuk berinvestasi, karena peringkat yang baik menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. 

Kata kunci: Peringkat obligasi, Rasio Keuangan (leverage, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan produktivitas) 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi IV. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Djarwanto, Ps., 1984. Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE. 
Ghozali, Imam. 2001.  Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.  
Kasnic. 2006. Indonesian  Rating Highlight. Kasnic  Credit Rating, February. . Working paper. www.kasnicrating.com
Kesumawati, L. 2000. Pengaruh peringkat hutang dan berbagai faktor yang turut mempengaruhi harga obligasi sebagai  variabel kontrol terhadap yield Premium obligasi. Yogyakarta. Thesis S-2. Pascarsarjana, UGM. (tidak diterbitkan)
Munawir, S., 2002. Analisa Informasi Keuangan. Edisi Pertama. Cet. Pertama.   Yogyakarta: Liberty.
Nurhasanah, 2003. Kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi peringkat obligasi perusahaan manufaktur: Analisis Diskriminan dan Regresi Logistik. Yogyakarta. Thesis S-2. Pascasarjana, UGM. (tidak diterbitkan)
Purnomo, H., 2005. ”Kemampuan Rasio Keuangan Sebagai Alat Untuk Memprediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur”. Yogyakarta. Skripsi. UGM. (Tidak diterbitkan)
Rahardjo, Sapto. 2003.  Panduan Investasi Obligasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 
Sari, M. P. 2004. Ketepatan Peringkat Obligasi Antara Model Prediksi dan Agen Pemeringkat. Yogyakarta. Thesis S-2.  Pascasarjana. UGM. (Tidak diterbitkan)
Sartono, R.A, 1996. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi.Yogyakarta: Edisi 3. BPFE. 
Sulistyastuti, DR., 2002. Saham & Obligasi, Ringkasan Teori dan Soal Jawab. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

E 061 : Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003-2005

SKRIPSI
Jurusan Ekonomi Fakultas  Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.2003-2005 

Abstrak


IHSG merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Peningkatan IHSG menunjukkan kondisi pasar modal sedang bullish, sebaliknya jika menurun menunjukkan kondisi pasar modal sedang  bearish. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor baik mikro maupun makroekonomi. Diantara faktor makroekonomi yang mempunyai peranan penting dalam pergerakan IHSG adalah Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI. Namun, kebenaran argument ini masih perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah variabel-variabel independen Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005?, (2) Apakah variabel independen Nilai Tukar Rupiah/US$ secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan  di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005?, (3) Apakah variabel independen Tingkat Suku Bunga SBI secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005?.
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel-variabel independen Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI secara bersama-sama terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan  di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005, (2) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen Nilai Tukar Rupiah/US$ secara parsial terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan  di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005, (3)
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen Tingkat Suku Bunga SBI secara parsial terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005. Populasi penelitian ini adalah indeks harga seluruh saham yang ada di BEJ yang terdaftar dari 1 Januari 2003 sampai 31 Desember 2005. Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampling jenuh atau sampel sensus, yaitu teknik penentuan sampel dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sehingga diperoleh 36 sampel. Ada 3 (tiga) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) Indeks Harga Saham Gabungan, (2) Nilai Tukar Rupiah/US$, dan (3) Tingkat Suku Bunga SBI. Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif yang dikumpulkan secara time series yang diambil berdasarkan studi pustaka maupun dengan mengakses www.jsx.co.id dan www.bi.go.id. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda (multiple regression analysis model) dengan persamaan kuadrat terkecil (Ordinary Least Square).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara bersama-sama ada pengaruh yang sangat signifikan antara  Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta periode 2003-2005 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, (2) Secara parsial ada pengaruh yang sangat signifikan antara Nilai Tukar Rupiah/US$ terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta periode 2003-2005 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, dan (3) Secara parsial ada pengaruh yang sangat signifikan antara Nilai Tukar Rupiah/US$ terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta periode 2003-2005 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil tersebut berdasarkan pada taraf kepercayaan 95 %. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa Nilai Tukar Rupiah/US$ danTingkat Suku Bunga SBI merupakan faktor yang sangat berperan dalam perubahan Indeks Harga Saham Gabungan. Adanya pengaruh yang sangat signifikan antara Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan periode tahun 2003-2005 perlu diperhatikan oleh para investor agar dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat keputusan investasi di Bursa Efek Jakarta.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat  bermanfaat bagi para investor, perusahaan/emiten, pemerintah maupun bagi peneliti selanjutnya. Investor sebaiknya memperhatikan informasi-informasi mengenai Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI yang dapat dimanfaatkan untuk memprediksi IHSG di BEJ yang kemudian untuk mengambil keputusan investasi. Perusahaaan perlu mengkaji terlebih dahulu faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya beban perusahaan yang dapat diakibatkan oleh Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI sehingga dalam pelaksanaannya nanti manajemen perusahaan dapat mengambil kebijakan dalam rangka  menarik investor di pasar modal. Pemerintah sebaiknya juga memperhatikan faktor makroekonomi (Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI) melalui kebijakan-kebijakan yang diambil, yang selanjutnya untuk menarik minat investor baik domestik maupun asing di Bursa Efek Jakarta. Bagi peneliti selanjutnya, hasil dari penelitian ini bisa dijadikan dasar dan juga bisa dikembangkan secara luas lagi dengan mengambil faktor-faktor ekonomi yang lain, selain Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI.

Kata Kunci: Nilai Tukar Rupiah/US$, Tingkat Suku Bunga SBI, Indeks Harga Saham Gabungan


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

E 058 : PENGARUH UPAH INSENTIF TERHADAP KENAIKAN HASIL PRODUKSI PADA PT TRI ANGGA DEWI DI SURAKARTA

SKRIPSI
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sejalan dengan pelaksanaan pembangunan tahap Pelita IV dan menginjak ke Repalita ke V dimana era industrialisasi seabagaimana ditetapkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) merupakan unsur pokok untuk dapat tercapainya sasaran pembangunan jangka panjang.
Arah pembangunan nasional adalah dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhny adan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia, ini berarti bahwa manusia disamping seabgai subyek pembangunan sekaligus juga sebagai obyek dari pada pembangunan itu sendiri.
Sejalan dengan perkembangan dibidang ekonomi/ tehnologi maka kebutuhan manusia pada umumnya dan kaum pekerja pada khususnya akan selalu meningkatkan baik secara kualitas maupun secara kuantitatif. Di lain pihak tingkat kemajuan perusahaan menimbulkan masalah perbedaan kemampuan dalam memberikan upah dan jaminan sosial kepada karyawan.
Manusia sebagai salah satu faktor produksi perlu diberikan motivasi atau suatu rangsangan agar pada diri mereka timbul semangat kerja dan kegariahan bekerja untuk selalu meningkatkan produktivitas kerjanya yang diwujudkan dengan peningkatan hasil produksi, karena produktivitas kerja karyawan adalah sangat perlu bagi perusahaan yang banyak memperkerjakan tenaga kerja manusia seperti di negara ini.
Adapun pentingnya produktivitas kerja karyawan adalah :
-          Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam membut produknya agar dapat memenuhi kebutuhan para konsumen baik secara kuantitas maupun secara kualitas.
-          Meingkatkan penjualan.
Dengan meningkatkan hasil produksi, maka perusahaan harus juga meningkatkan penjualan dari hasil produksinya. Oleh karena itu hasil penjualan inilah amaka keuntungan yang menjadi tujuan pokok perusahaan akan tercapai, dan hal ini akan berakibat bahwa :
1.      Kemungkinan meningkatnya upah dan jaminan sosial bagi karyawan.
2.      Kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin.
Akan tetapi di dalam mencapai produktivitas kerja karyawan tersebut tidaklah mudah, karena banyak sekali hambatan-hambatan atau persoalan-persoalan yang dihadapi, dimana persoalan tersebut merupakan persoalan umum yang hampir selalu dihapadi oleh setiap perusahaan.
Oleh karena produktivitas kerja karyawan sangat perlu bagi perusahaan dan ada hubungannya dengan masalah pengupahan, maka untuk meningkatkan kemampuan karyawannya perlu adanya suatu rangsangan atau alat motivasi dari perusahaan agar supaya karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan seefisien mungkin.
Hambatan yang timbul dalam hubungannya dengan upah yang diberikan kepada karyawan, yaitu :
a.       Sangat sulit bagi manajemen personalia dalam menentukan/ menetapkan upah yang memenuhi persyaratan sekaligus sebagai alat movitas.
b.      Sulit dalam menetukan besarnya upah yang sesuai dengan keinginan karyawan untuk setiap jabatan.
Sedangkan untuk memberikan uaph insentif untuk masing-masing karyawan harus memperhatikan tentang prestasi kerjanya, oleh karena antara karyawan yang satu dengan yang lain kemungkinan akan berbeda dalam hal prestasi kerjanya, sehingga prestasi kerja dari masing-masing karyawan ini perlu juga dipertimbangkan dalam hal pengupahan. Untuk itu sistem pengupahan ini sebenarnya sangat penting bagi perusahaan, oleh karena dengan diberikannya tambahan upah(bonus) maka diharapkan produktivitas kerja karyawan akan meningkat dan yang lebih penting lagi yaitu untuk pertahankan karyawan yang sudah berpresatasi untuk tetap berada dalam perubahan disamping untuk meningkatkan output dan efisiensi.
Namun demikian ada berbagai kesulitan yang timbul dari sistem pengupahan insentif ini, diantaranya adalah :
1.      Beberapa alat pengukur dari berbagai prestasi karyawan haruslah bsia dibuat secara tetap. Alat pengukur ini haruslah bis diterima dan wajar.
2.      Berbagai alat pengukur ini haruslah dihubungkan dengan tujuan pokok perusahaan yang telah ditetapkan.
3.      Data yang menyangkut berbagai prestasi haruslah dikumpulkan tiap hari, minggu, atuu bulan.
4.      Standar yang ditetapkan haruslah mempunyai kadar/ tingkat kesulitan yang sama untuk setiap kelompok kerja.
5.      Gaji / upah total dari upah pokok plus bonus yang diterima, haruslah konsisten diantara berbagai kelompok yang menerima insentif dan anatara kelompok yang menerima isentif dan yang tidak menerima insentif.
6.      Standar prestasi haruslah disesuaikan secara periodik, dengan adanya perubahan dalam prosedur kerja.
7.      Kemungkinan oposisi dari pihak Serikat Buruh sudah harus diperkirakan.
8.      Berbagai reaksi karyawan terhadap sistem pengupahan insentif yang kita lakukan juga harus sudah diperkirakan.

B.     Perumusan Masalah.
Dalam suatu perusahaan yang tingkat produksinya sangat dipengaruhi oleh tenaga kerja seperti pada PT Tri Angga Dewi di Surakarta ini, maka perlu adanya sistem pengupahan yang menguntungkan karyawan dan dapat menimbulkan semangat bagi karyawannya.
Dengan diadakan sistem pengupahan insentif, maka akan dapat memberikan movitasi dan mendorong karyawan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi kerjanya, oleh karena dengan meningkatnya kemampuan dan prestasi kerja, berarti produksivitas kerja dalam wujud peningkatkan hasil produksi akan dapat tercapai.
Sebenarnya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan diantarnya adalah : adanya movitator, disiplin kerja, balas jasa atau adanya isentif, kebijaksanaan pimpinan perusahaan, pengawasan (supervisi), lingkungan atua kondisi kerja, hubungan antara manusia, status, rasa aman dan adanya pelayanan – pelayanan kepada karyawan.
Dari beberapa faktor tersebut, nantinya hanya akan diambil salah satu faktor saja yaitu adanya balas atau insentif, sehingga penulis ingin mencoba untuk menyoroti tentang : “Bagaimana pengaruh upah insentif terhadap kenaikan hasil produksi perusahaan”.
C.     Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui sejauh mana problem yang ada dalam perusahaan khususnya yang berhubungan dnegan masalah sistem pengupahan insentif.
2.      Untuk mengetahui berhasil dan tidaknya kebijaksanaan yang diambil pimpinan perusahaan khususnya dalam bidang pengupahan insentif.


DAFTAR PUSTAKA
Agus Ahyari, Drs., Perencanaan Sistem Produksi, Edisi Tiga, BPFE, Yogyakarta, 1983.
Amudi Pasaribu, Pengantar Statistik, Ghalia Indonesia, Medan, 1981.
Anto Dajan, Pengantar Metode Statistika, Jilid II, LP3ES, Jakarta, 1984.
Djarwanto PS., Drs., Capital Budgeting, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta, 1984.
Hadi Poerwono, Tata Personalia, Penerbit Djambatan, Jakarta,
Heidjarachman Ranupandojo., Drs., Summary Industrial Ralation, BPFE, UGM, Yogyakarta, 1984.
Heidjarachman Ranupandojo., Drs., Dan Saud Husnan, Drs. MBA. Manajemen Personalia, Edisi Ke Deua, BPFE, UGM, Yogyakarta, 1983.
Imam Soepomo, Prof., SH., Hukum Perburuan Undang – undang Dan Peraturan, Djambatan, Jakarta, 1981.
Mas’ud, Drs. Mc. Akuntan, Dan Mustofa, Ir. Msc., Penerapan Nilai Investasi, Edisi Pertama, BPFE, UGM, Yogyakarta, 1984.
Soeharsono Sagir, Motivasi Dan Disiplin Kerja Karyawan Untuk Peningkatan Produktivitas Dan Produksi, Majalah Astek No. 4 (Agustus 1985).
Sudjana, Dr. MSc., Metode Statistikam Tarsito, Bandung, 1982.
Winardi, SE., Kamus Ekonomi, Penerbit, Alumni, Bandung, 1986.
Winarno Surachmad, Dr. Dasar Dan Tehnik Research, Pengantar Metodologi Ilmiah, CV. Tarsito, Bandung, 1970.
Woekirno Soenardi, Drs., Pengembangan Produktivitas Karyawan Suatu Tinjauan Dari Segi Psykhologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, UNS, Surakarta, 1979.


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

ODAP

CARA PEMESANAN FILE

1. Silakan SMS ke HP. 085641051278 >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan (agar proses pengecekan lebih mudah). Mohon SMS saja.

2. Kirim e-mail ke : rosiyaniellyana@gmail.com >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan. Silakan tulis "FILE SKRIPSI SAYA" sebagai subjek e-mail.

3. Pembayaran dilakukan via transfer ke Bank CIMB Niaga. (nomer rekening kami informasikan bersamaan dengan konformasi file).

4. Pengiriman dapat berupa:
a. soft file >>> via e-mail
b. soft file dalam bentuk CD/DVD >>> via pos / paket
c. hard file (+ biaya print) >>>> via pos / paket