KATALOG LENGKAP

Silakan kirim e-mail ke rosiyaniellyana@gmail.com atau sms ke HP. 085641051278 untuk mendapatkan katalog lengkap judul-judul skripsi koleksi kami. Judul yg dipublikasikan baru sebagian dari koleksi kami. Katalog dikirim via e-mail.

Showing posts with label Skripsi. Show all posts
Showing posts with label Skripsi. Show all posts

Tuesday, January 21, 2014

SP 006 : HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI MASYARAKAT DENGAN KEBERHASILAN PEMBANGUNAN FISIK DI DESA NGADIROJO LOR KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI


ABSTRAK

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan apakah ada Hubungan antara Partisipasi Masyarakat dengan Keberhasilan Pembangunan Fisik di Desa Ngadirojo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri.
Penelitian ini menggunakan dna variabel yaitu partisipasi masyarakat sebagai variabel independent dan pembangunan fisik sebagai variabel dependent. Indikator dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut :
Penyertaan mental dan emosi di dalam suatu situasi kelompok yang mendorong mereka guna menyumbangkan daya pikiran dan perasaan mereka bagi tercapainya tujuan organisasi dan bersama-sama bertanggung jawab terhadap organisasi.
Indikator dari partisipasi masayarakat : Keikutsertaan dalam proses pembuatan keputusan dilandasi dengan kesadaran, pelaksanaan pembangunan dengan penuh rasa tanggung jawab, keterlibatan dalam memetik hasil dan memanfaatkan pembangunan serta berkeadilan.
Keberhasilan pembangunan fisik desa adalah proses perubahan yang kontinu dan terus menerus ke arah keadaan yang lebih baik.
Indikator dari pembangunan fisik desa adalah pembangunan untuk kepentingan masyarakat desa, subjek dan objek Pembangunan fisik Desa, peranan tokoh masyarakat Desa dan Kelembagaan Desa.
Teknik penelitian ini menggunakan rumus Korelasi Tata Jenjang Spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Kepala Keluarga di Desa Ngadirojo Lor Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri sedangkan sampel pada tiap-tiap wilayah mendapatkan perimbangan yang sama dengan populasi yang ada pada wilayah tersebut yaitu sebesar 5% dari besar populasi 5 % X 1009 kepala keluarga = 50,45 dibulatkan menjadi 50 kepala keluarga sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dan dokumentasi.
Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus Korelasi Tata Jenjang Spearman ( rs) diperoleh hasil 0,484. Hasil tersebut merupakan angka positif yang berada di antara 0 - + 1. Untuk mengetahui signifikansi hasil perhitungan koefisien ( rs ) digunakan rumus t test yang hasilnya 4,668. Hasil ini kemudian dikonsultasikan dengan t tabel dengan taraf signifikansi 99% yaitu 2,701 yang ternyata hasil dari t test lebih dari t tabel atau 4,668 > 2,701.
Dengan demikian maka hipotesis yang penulis ajukan “ Ada Hubungan Antara, Partisipasi Masyarakat Dengan Keberhasilan Pembangunan Fisik Di Desa Ngadirojo Lor Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri.” dapat diterima dan terbukti kebenarannya.

DAFTAR PUSTAKA
 Achmadi, Pedesaan Fokus Pembangunan, Prosma, LP3ES No.3 Tahun IV-Jakarta, 1976.
Alex S. Nitisemito, Manajemen Personalia, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1988.
Bintoro Tjokroamijoyo, Perencanaan Pembangunan, CV. Mas Agung, Jakarta, 1986.
Departemen Penerangan RI, Pembangunan Desa Dalam Pelita Ketiga, Seksi Penerbit, Fak.Sos Pol UGM, Yogyakarta, 1987
Ensiklopedia Indonesia, Ichtiar Baru Van Hoevee, Jakarta, 1980.
Hartoyo, Pembangunan Masyarakat Desa, Karunika, Jakarta, 1986.
I Nyoman Baratha, Desa Masyarakat dan Desa Pembangunan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1982
Ismid Hadad, Pengantar Redaksi, Prisma, Jakarta, 1973.
Koentjoroningrat, Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Rineka. Cipta, Jakarta, 1987
Lemhanas, Pembangunan Nasional, Balai Pustaka, Jakarta, 1997.
Masri Singaribun, Metodologi Penelitian Survey, LP3ES, Jakarta, 1983.
Pemerintah Daerah Wonogiri, Badan Perwakilan Desa, Giri: Tunggal, Wonogiri, 2000
Projudi Atmosudirdjo, Pengambilan Keputusan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1982
Soekadi Darsowiryono, Hubungan Kerja Manusiawi, Fakultas Sosial Politik Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 1986.
Suharto, Bimbingan dan Penyuluhan, FKIP UNS, Surakarta 1990.
Sutj1pto Wirosoedjono, Partisipasi dan Mobilitas, Departemen Sosial RI, Jakarta, 1979.
Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Andi Offset, Yogyakarta, 2000
Sri Widadi, Statistik Inferensial, FKIP UNS, Surakarta, 1986.
Talizhiduhu dan B. Simanjuntak. Pengembangan Masyarakat, Bina Aksara, Jakarta 19878
W. Gulo, Dasar-dasar Statistik Sosial, Sayta Wacana, Semarang, 1983


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085641051278

PS 008 : HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II SMU LAB SCHOOL JAKARTA TIMUR


ABSTRAK

  Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. Namun, menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang, tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.
            Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, maka akan meningkatkan prestasi belajar. Hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU dan Hipotesis nihil (Ho) adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.
            Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar sebagai variable terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur yang seluruhnya berjumlah 240 orang. Sampel penelitian adalah 148 siswa, menggunakan metode proporsional random sampling. Dalam pengumpulan data digunalan metode skala untuk kecerdasan emosional berdasarkan teori Daniel Goleman yang terdiri dari mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain; dan untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan metode pemeriksaan dokumen dengan melihat nilai rapor semester I.
            Nilai korelasi yang diperoleh pada analisis validitas instrumen dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson berkisar antara 0,320 - 0,720 dan p berkisar antara 0,000 - 0,008. Berdasarkan pada taraf signifikan 0,05 diperoleh 85 item valid dan 15 item gugur dari 100 item yang ada pada skala kecerdasan emosional. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh 0,9538 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach.
            Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,248 dengan p 0,002 (<0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.


DAFTAR PUSTAKA



Ahmad, Mudzakir. (1997). Psikologi Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.
Goleman, Daniel. (2000). Emitional Intelligence (terjemahan). Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama.
Goleman, Daniel. (2000). Working With Emotional Intelligence (terjemahan). Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Gottman, John. (2001). Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional (terjemahan). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Irwanto.  (1997). Psikologi Umum. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Mila Ratnawati. (1996). Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga, Citra Diri, dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah Surabaya. Jurnal Anima Vol XI No. 42.
Moch, Nazir. (1988). Metodologi Penelitian.Cetakan 3. Jakarta :Ghalia Indonesia.
Morgan, Clifford T, King, R.A Weizz, JR, Schopler. J, 1986. Introduction of Psychology, (7th ed), Singapore : Mc Graw Hil Book Company
Muhibbin, Syah. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Nana, Sudjana. (2001). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Cetakan ketujuh. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Ratna Wilis, D. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta : Penerbit Erlannga.
Saphiro, Lawrence E. (1998). Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak. Jakarta : Gramedia.
Sarlito Wirawan. (1997). Psikologi Remaja. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
Sia, Tjundjing. (2001). Hubungan Antara IQ, EQ, dan QA dengan Prestasi Studi Pada Siswa SMU. Jurnal Anima Vol.17 no.1
Sri, Lanawati. (1999). Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU.Tesis Master  : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Sumadi, Suryabrata. (1998). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada .
Sumadi, Suryabrata. 1998. Metodologi Penelitian. Cetakan sebelas. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Saifuddin, Azwar. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Balajar Offset.
Saifuddin Azwar. (1998). Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukutan Prestasi balajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.
Suharsono. (2002). Melejitkan IQ, IE, dan IS. Depok : Inisiasi Press.
Sutrisno Hadi. (2000). Statistik 2. Yogyakarta : Andi Offset.
Syaiful Bakrie D. (1994). Prestasi belajar dan kompetensi guru. Surabaya : Usaha Nasional.
Winkel, WS (1997). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085641051278

Ig 001 : THE INFLUENCE THE OF MAIN CHARACTERS’ CONFLICTS TOWARD PLOT IN OSCAR WILDE’S “THE IMPORTANCE OF BEING EARNEST”


ABSTRACT

In this thesis the writer uses a drama by Oscar Wilde, a controversial man of letters of England. This thesis focuses on the influence of the main characters’ toward plot in Oscar Wilde’s The Importance of Being Earnest. This thesis also applies psychological aspect to analyze the main characters’ characteristics.
In writing this thesis, the writer conducts library research method to collect the data and information by using some books and internet which are related to the problem. The writer employs one method of approach namely semiotic approach. The semiotic approach is applied to analyze the character, especially the main character, plot in the drama. The writer also uses psychological approach to analyze the intrinsic aspect such as character and plot.
In The Importance of Being Earnest, Jack and Algernon, are two characters who have different characteristics. Each of them creates another character. Jack creates Ernest and Algernon creates Bunbury. Having two different names, they can do anything in two different places, in the town and in the country. In addition, the main characters experience both internal and external conflict during the drama. Mainly, both Jack and Algernon have the same internal conflict. They concern if someday their real identity would be revealed by their girls. Meanwhile Jack’s conflict toward Lady Bracknell about his origin makes him try hard to reveal it. Algernon’s undercover as Ernest at Manor House, Jack’s place, makes their real identity are finally revealed and clear up Jack’s origin through Miss Prism and Lady Bracknell’s explanation. In conclusion, the internal and external conflicts of Jack and Algernon lead to the revelation of Jack’s origin. Both internal and external conflicts influence the plots of drama, such as Algernon’s conflict toward Jack causes him to pretend as Ernest at Manor House in order that he can meet Cecily, and Jack’s internal conflict causes him to decide to vanish his created bother, Ernest.
The Importance of Being Earnest reflects a moral value dealing with human’s daily life, namely honesty. A person may do anything to reach his/her aim, but being honest is something hard to do. He/she may be smart to conceal a falsehood, but it would be revealed eventually. Hence, in any condition honesty is needed although it is painful.


BIBLIOGRAPHY
 
Aminuddin, 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Coon, Dennis. 1983.Introduction to Psychology: Explanation and Application. United State of America: West Publishing Company.
Encyclopedia Britannica. 1951. Vol. 23. Encyclopedia Britannica, Ltd.
Harmon, William. 2003. A Handboook to Literature. New Jersey: Prentice Hall.
Holman, C. Hugh. 1980. A Handbook to Literature. Indiana: Bobbs – Merril Educational.
Meyer, Michael. 1990. The Bedford Introduction to Literature. Boston: Bedfords Book of St. Martin Press.
Moleong, Lexy J. 2000. Metodology Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengakjian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Robert, Edgar and Jacobs, Henry E. 1989. Literature An Introduction to Reading and Writing. New Jersey: Englewood Cliffs.
Roberts, Edgar V. 2003. Writing about Literature. Tenth Edition. Prentice Hall Upper Saddle, New Jersey.
Semi, Atar. 1993. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
_________. 1998.Anatomi Sastra. Bandung: Angkasa.
Silverman, Robert E. 1921. Psychology. New York: Meredith Corporation.
Wilde, Oscar. 1959. The Importance of Being Earnest. London: Metheun & Co. Ltd.
http://www.appendix%20C%20elements.html
http://www.literature-web.net/wilde
http://www.utm.edu/research/iep/l/literary.htm
http://www.mc3.edu/aa/lal/workshops/LiteraryDefinitions.html
http://www.cmgww.com/historic/wilde/


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085641051278

Kd 010 : Pengaruh Waktu Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Status Gizi Bayi Di Puskesmas Purwodiningratan Kecamatan Jebres Surakarta


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan adalah perubahan dalam arti pertambahan ukuran tubuh dan bagian-bagian lainnya sebagai akibat pertambahan jumlah sel-sel yang sama dengan sel-sel yang tumbuh tersebut. Dalam keadaan normal pertumbuhan anak-anak pada umur itu mengikuti pola tertentu sehingga pada umur tertentu didapatkan sosok tubuh anak dengan ukuran dan bentuk tertentu. Pertumbuhan dipengaruhi oleh macam­-macam faktor antara lain :
a.       Faktor intrinsik : genetik dan hormonal
b.      Faktor elestrinsik : lingkungan, masukan gizi, penyakit, akibat fisik, dan lain-lain.
c.       Interaksi keduanya (Suprandjono,1986)
Masa pertumbuhan otak tercepat adalah pada trimester ketika janin berada dalam kandungan sampai bayi berusia 18 bulan. Setelah itu otak masih tumbuh dengan kecepatan yang makin berkurang sampai usia 5 tahun.
Makanan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak setelah lahir, dimana makanan merupakan kebutuhan utama seorang anak untuk kelangsungan tumbuh yang yang optimal serta untuk keperluan kesehatannya ( Samsudin,1993 ).
Makanan merupakan unsur terpenting bagi seorang anak karena tidak hanya menetukan kesehatan pada masa sekarang tapi juga pada masa-masa yang akan datang, bahkan berpengaruh terhadap kehidupan anak itu selanjutnya (Morley,l979)
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang paling baik untuk bayi. ASI mempunyai komposisi unik, sempurna susunan biokimiawinya untuk melindungi bayi dari kekurangan gizi maupun infeksi. ASI dapat mencukupi seluruh kebutuhan bayi akan zat-zat gizi sampai berusia 6 bulan, sesudah itu bayi memerlukan makanan tambahan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) disamping selain untuk memenuhi kebutuhan bayi agar tumbuh dan berkembang secara sehat, juga digunakan untuk menanamkan kebiasaan dan sikap yang baik terhadap makanan. Dalam keluarga perlu ditanamkan sikap positif terhadap makanan sejak usia dini yaihi sejak bayi dan balita (Hermina,1992)
Sampai usia 4-6 bulan, Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik, untuk memenuhi kebutuhan fisiologis bayi (Soedibyo dan Samsudin,1985). Hal ini sesuai dengan sistem enzim dalam pencernaan bayi yang masih didominasi oleh enzim laktosa untuk mencegah laktosa ibu.
Tapi sebagian orang tua menganggap bayi akan kelaparan tanpa makanan tambahan sehingga mereka memperkenalkan pisang atau bubur dan sebagainya, padahal jenis ini memerlukan kehadiran enzim maltosa (karbohidrat) pada pisang dan bubur. Enzim maltosa umumnya belum banyak diproduksi oleh bayi dibawah usia 4 bulan. Kesalahan dalam memberikan makanan ini tentu membuat tubuh bayi tidak dapat mencerna dengan sempurna makanan yang diberikan oleh ibunya sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh.
Diatas usia 6 bulan, kebutuhan gizi meningkat dan bayi memerlukan makanan yang lebih padat dan berserat. Oleh karena itu pemberian ASI perlu dilengkapi dengan pemberian berbagi jenis makanan bayi lain ( makanan pendamping bayi atau makanan tambahan ) yang cair maupun yang lebih padat. Dengan demikian peranan ASI dalam memenuhi kebutuhan gizi antara lain energi secara berangsur-angsur berkurang (Soedibjo dan Samsudin,198S).
Pada usia 4 bulan pencernaan bayi mulai kuat. Pemberian makanan pendamping ASi harus setelah empat bulan, karena jika diberikan terlalu dini akan menurunkan konsumsi ASI dan bayi bisa mengalami gangguan pencernaan atau diare. Sebaliknya bila makanan pendamping diberikan terlambat akan mengakibatkan anak kurang gizi bila terjadi dalam waktu panjang (Toeti Sunardi,2000)
Di negara-negara berkembang sering dijumpai adanya gangguan pada masa anak membutuhkan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI, dimana terjadi pemberian makanan tambahan yang terlalu dini atau terlalu tua. Keadaan tersebut dapat membawa akibat yang kurang baik untuk pertumbuhan anak (WH0,1988). Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak luput dari masalah semacam itu (Depkes RI,1988). Lubis,dkk (1985) mengemukakan bahwa anak yang mendapatkan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI sebelum berusia 4 bulan hanya 21,4% bergizi baik dan 78,6% pernah menderita kekurangan energi protein (Enoch,1988).
B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “apakah ada pengaruh antara waktu pemberian makanan tambahan dengan status gizi pada bayi di Puskesmas Purwodinigratan Surakarta ?”

C.    Tujuan Penelitian
Menilai status gizi bayi pada waktu pemberian makanan tambahan yaitu kurang dari 4 bulan, antara 4 - 6 bulan, lebih dari 6 bulan.

D.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat :
1.      Manfaat aspek teoritik
Sebagai sumber data penelitian lain atau sebagai studi banding di tempat lain.
2.      Manfaat terapan, / aspek aplikatif
Sebagai informasi yang berguna bagi petugas-petugas kesehatan, khususnya dalam hal pemberian makanan tambahan pada bayi.


DAFTAR PUSTAKA
 Atik, Gizi buruk akibat kritis atau perilaku, Kompas, 20 Juni 1999
Aritonang, I, 1990. Pemantauan Pertumbuhan Balita, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Djarwanto Ps., Pangestu Subagyo, 1996. Statistik Induktif, BTFE, Yogyakarta.
Depkes RI, 1998. Buku Pedoman Penggunaan pengganti Air Susu Ibu. Jakarta.
Djarwanto, Ps. dan Pangestu., S. 1996. Statistik Indusktif, BTFE - Yogyakarta.
Enoch, M. dan Paradede, T. 1986 Profil Keluarga dengan Anak balita Gizi Buruk”, Medika no. 3 tahun 12.
Hassan, R., Napitupulu, P.M. Latief, A., Pujiadi, A., Ghazali, MV., 1985. Ilmu Kesehatan Anak, bag. I, hal. 145-167, 387-395, Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Husaini, M.A. Meningkatkan Kualitas Tumbuh kembang Anak”.  http//www.medika online.com.
Husaini, Y.K., Anwar, I1.M_. 1986. Makanan Bayi Bergizi Tinggi, hal. 29-34, Gajah Mada University Press, Yogya.
M.oerley, D. 1979. Prioritas di Negera Sedang Berkembang, hal. 136-176, Yayasan Fssentia Medica, Yogya.
Samsudin, 1987. Perkembangan Tentang Jenis, istilah dan Pemanfaatan  makanan Bayi selain ASI dalam Simposiumk makanan Bayi KONIKA VII, Jakarta.
Samsudin, 1991. Perkemhangan Makanun Bayi dan Penggunaannya yang rasional dalain Upaya Peningkatan Kualitas Anak Indonesia dalam Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Ilmu Keselezatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Soetjiningsih, 1995. Dasar-dasarMetodologi Penelitian Klinis, Binarupa Aksara, Jakarta.
Tuti Soenardi, 2000. Makanan Pendanping ASI, http/www.medika online.com.
Soedibyo, S. 1982. Pelbagian Jenis Makanna Padat untuk pelekngkap Makanan bayi, diajukan pada PTE3-IKA, Jakarta.
Sutrisno Hadi, 1994.Metodologi Research Edisi ke, 4, ha1.315 - 355, Gajah Mada
Press. Yogyakarta.
UNICEF, 1985. Buku Pedoman Petugas Lapangan Dalam Upaya Perbaikan Gizi Keluarga  Cetakan V, Depkes RI, Jakarta.
Watik Pratiknya, 1986. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokterara dan Kesehutan, CV. Rajawali, Jakarta.


 Untuk mendapatkan file lengkap  sms ke HP. 085641051278

 






Wednesday, January 1, 2014

Kd 004 : PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL TERHADAP HIGIENIS MENSTRUASI PADA PEKRJA WANITA di PT. LAWU BUSANATAMA TEXTILE SURAKARTA

SKRIPSI
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh tingkat pendidikan rendah dan menengah terhadap higienis menstruasi pada pekerja wanita di PT. Lawu Busanatama Textile Surakarta.

Jenis penelitian ini adalah penelitian epidemiologi analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Besar populasi dalam penelitian ini adalah 525 orang berjenis kelamin perempuan. Sampel diambil secara purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 40 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh responden. Dan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan formal terhadap higienis menstruasi pada pekerja wanita dilakukan pengujian statistik dengan uji Kai Kuadrat.

Dari hasil analisis diperoleh nilai X2 hitung sebesar 0,4396 sedangkan X2 tabel pada α = 0,05 dan db=1 adalah 3,84. Jadi X2 hitung < X2 tabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada pengaruh antara tingkat pendidikan formal terhadap higienis menstruasi pada pekerja wanita di PT. Lawu Busanatama Textile Surakarta.


Kata kunci : tingkat pendidikan formal - higienis menstruasi.


DAFTAR PUSTAKA
 
Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, (1991). Ilmu Pendidikan. PT. Rineka Cipra Jakarta. pp: 9-224.
Anonima, (1999). Alternatif Cegah Infeksi Vagina. http://hanyawanita.com/health_sex/health/artikel160.html
Anonimb, (2000). Memelihara dan Merawat Organ Reproduksi Perempuan. http://www.nt.ngo.or.id/pkb/pkbjabar/mcr/tips/memeliharaorgan.htm
Anonimc, (2001). Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja. Cerita Remaja Indonesia-Situs Informasi Kesehatan Seksual dan Sosial Remaja. http://www.bkkbn.ngo.id/nqweb/ceria/mb/kesehatanreproduksi.html
Anonimd, (2002). Halaman Tips Cara Merawat Organ Perempuan. http://nt.ngo.or.id/pkbi/pkbjabar/mcrltips/memelihara organ.htm
Anonime, (2002). Keputihan. http://www.anispharmacv.com/keputihan.htm
Anonimf, (2002). Mitos-mitos Seputar Menstruasi. http://nt.ngo.or.id/pkbi/ pkbjabar/ mcr/mitos-mitos seputar menstruasi.htm
Anonimg, (2002). Perawatan dan Pemeliharaan Organ Reproduksi. Ajang Konsultasi Biar Gak Salah Jalan. http://www.cni.co.id/infocantik.htm
Anonimh, (2002). Seputar Menstruasi. Ajang Konsultasi Biar Gak Salah Jalan.http://www.konsektasivirtualave.net/tips/seputarmenstruasi.htm
Bertha Herlina, (2002). Bilas Vagina, bermanfaatkah? http://www.kalbe. co.id/kalbe.BA94ABE493347256B48014A616?openFarma/kalbe.nsf/ news 01/9DC3F
Bhisma Murti, (1996). Penerapan Metode Statistik Non-Parametrik dalam Ilmu-ilmu Kesehatan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. pp: 38-53.
B. S. Mardiatmadja, (1986). Tantangan Dunia Pendidikan. Kanisius. Yogyakarta. pp: 1-94.
Departemen Kesehatan RI, (1993). Pedoman Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Kerja Wanita. Ditjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Dit Bina Peranserta Masyarakat. Jakarta. pp: 3-38.
Farida Mutiarawati, Tri Agustina, Sabarinah B. Prasetyo dan Siti Dhvanti WisnuWardhani, (1997). Higienis Menstruasi pada Perempuan Pengunjung Rumah Sakit di Tangerang dan Subang. Kumpulan Makalah Kesehatan Reproduksi Remaja. pp: 168-179.
Ganong, W. F., (1995). Fisiologi Kedokteran. Edisi 14. EGC. Jakarta. p: 416.
Gloria, Guntoro Utamadi dan Tito, (2000). Kesehatan Seksual? Apa Tuh?. Maunya Anak Muda, http://www.gloria.net.org/Mau/Kliping/Klipkes. Html
Guntoro Utamadi, (2001). Memilih Pakaian dalam. Merawat Organ Reproduksi Cewek. http://www.gizi.net/cgi bin/berita/fullnews.cgi? Newsid100158631, 21675,
Guyton and Hall, (1999). Fisiologi Wanita Sebelum Kehamilan dan Hormon­Hormon Wanita. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. EGC. Jakarta. p: 1294.
Handokoa, (2000). Infeksi Vagina. http://www.handoko.net/keluarga.org/ke­luarga.org/infeksi vagina.html
Handokob, (2000). Macam-macam Infeksi Vagina. http://www.handoko.net/ keluarga.org/infeksi vagina2.shtml
Handrawan Nadesul, (2000). 10 Yang Patut diketahui Tentang Keputihan. http://www.tabloidnova.com/tips.asp?nomor=641&tahun terbit=XIII
Junita Indarti, (2001). Keputihan pada Perempuan. http://www. kompas.com/ kompas cetak/0107/01/IPTEK/kese22.htm
M. Ngalim Purwanto, (1988). Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. CV. Remadja Karya. Bandung. p: 12.
Mohammad Jusuf Hanafiah, (1999). Haid dan Siklusnya. Ilmu Kandungan Sarwono Prawirohardjo. Edisi 2. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta. pp: 103-105.
Muda, (1999). Menjaga Kesehatan Alai Reproduksi. http://www. handoko. net/ keluarga.organisasi/jaga alatreproduksi.shtml.
Sarwono, Sarlito W, (1989). Anatomi dan Proses Faalan Alat Kelamin Wanita. Psikologi Remaja. Edisi 1. CV. Rajawali. Jakarta. pp: 64-67.
Siswono, (2001). Merawat Organ Reproduksi Cewek. http://www.aia.netcgi bin/beritalfullnews.cgi?newsid100158631,21675,
Soegarda Poerbakawatja, (1970). Pendidikan Dalam Alam Indonesia. Merdeka. PT. Gunung Agung. Jakarta. p: 1.
Soetari Imam Barnadib, (1973). Pengantar Ilmu Pendidikan. FIP-IKIP Yogyakarta. p: 15.
Sutrisno Hadi, (1996). Statistik. Edisi I. Andi Offset. Yogyakarta. pp: 316­346.
Temazaro Zega, (1999). Persepsi Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja. Tesis, Program Pasca Sarjana UGM Yogyakarta. pp: 21-70.
Wisnoe Wardhana, (1970). Ilmu Pendidikan. Yayasan STO. Yogyakarta. p: 49.
WHO, (1992). Pendidikan Kesehatan. FIB dan Universitas Udayana. p: 8.


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278





Kd 001 : PERBEDAAN USIA MENOPAUSE ANTARA WANITA PENGGUNA KONTRASEPSI SUNTIK PROGESTERON DAN PENGGUNA KONTRASEPSI DALAM RAHIM

SKRIPSI
ABSTRAK
Menopause merupakan suatu fase normal dari kehidupan seorang wanita yang dapat menimbulkan depresi dan stres. Sedangkan kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kontrasepsi masih digunakan terutama di negara-negara berkembang, seperti Indonesia untuk mengendalikan jumlah pertumbuhan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan usia menopause pada penggunaan kontrasepsi Suntik progesterone dan kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
Jenis penelitian ini adalah jenis survey epidemiologis analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini ditujukan kepada wanita menopause yang mempunyai riwayat sebagai pengguna kontrasepsi suntik progesteron atau pengguna kontrasepsi dalam rahim dan bertempat tinggal di kecamatan Banjarsari, Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling, dengan besar sampel 30 wanita pengguna kontrasepsi suntik progesterone dan 30 wanita pengguna kontrasepsi dalam rahim. Data diambil melalui wawancara dengan kuesioner yang dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober ­2 November 2006.
Data yang didapat lalu dianalisa dengan uji statistik, yaitu uji t dan melalui perhitungan SPSS versi 11.0, diperoleh hasil t = -5,888 dan p = 0,000..
Sehingga dapat disimpulkan bahwa memang terdapat perbedaan usia menopause antara wanita pengguna kontrasepsi suntik progesterone dan wanita pengguna kontrasepsi dalam rahim di daerah kecamatan Banjarsari, Surakarta dan perbedaan tersebut bermakna secara statistik.

Kata kunci: Menopause-Kontrasepsi suntik progesteron-AKDR

 
DAFTAR PUSTAKA


Agus; S. (2004). Perkembangan Teknologi Kontrasepsi terkini : Metode Hormonal Bagi Perempuan. Seminar Contraceptive Technology Update. Surakarta.
Affandi, B. (1991). Kontrasepsi dalam Ilmu Kebidanan. Edisi 3. Jakarta: Gramedia. Hal: 905-33.
Affandi, 13. (1997). Masalah Kesehatan Pada Menopause. No.9. Tahun XXIII. Jakarta : Medika. Ha1 : 726-8.
Andalan. (2006). Sekilas tentang Kontrasepsi. Jakarta : DKT Indonesia.
Anonim. (2006). Kelebihan dan Kekurangan Kontrusepsi. www.minggupagi.com.artizle.plip?sid=95178. (10 September 2006).
BKKBN. (1994). Informasi Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta:BKKBN.
BKKBN. (2005). Hasil Penelitian Prevalensi Peserta KB Menurut Metode Kontrasepsi. Jakarta : BKKBN.
Cunningham,FG. (1995). Pengantar Statistik Kesehatan. Jakarta : EGC.
Dewata, L. (1986). Perkembangan Pemakaian Kontrasepsi dan Permasalahannya. Simposium Forum Perkembangan Baru dan Kemajuan Terakhir Obstetri & Ginekologi. Surabaya.
Guyton AC, Hall J1:. (1997). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC
Herman, MJ. (1996). Pemanfaatan Hormon dalam Kontrasepsi. Majalah Cermin Dunia Kedokteran. No. 112.
Irawati, T. (1995). Menopause. Konpas. Hal : 3.
Joedosepoetro, S. (1997). Tumor Jinak Pada Alat Genital. Buku Ilmu Kandungan. Edisi 2. Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Leman, M. (2006). Monopause & Hormone Replacement Therapy (HRT). http://eyberwomen.ebn.net.detik.asp?kategori.Health&newsno=75 A . (11 September 2006).
Mansjoer, A. (2001). Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid I. Jakarta:Media Aesculapius FKUI.
Mayes PA, Rodwel VW, Granner DK, Martin DW. (1983). Harner's Review of Biochemistry. Edisi 20. Jakarta : EGC.
Miles, PS. (1996). Contracption. Bsteric and Gyecology. New York : Springer-Verlag
Ojeda, L. (1992). Menopause Without Medicine. 2th Edition., Alabama: Hunter House Inc. Hal 12-28.
Paat, G. (1994). Seks Menjelang Usia Lanjut Perubahan - Perubahan dan  Upaya Memperlambat Prosesnya. Majalah Kedokteran Indonesia. Vol 14. No.9. Hal : 552-7.
Pharmaceutical Industri. (2006). Depo Geston Suspensi Steril. Jakarta : PT. Triyasa Nagamas Farma.
Pritchard, J. (1991). Obstetri Williatns. Edisi 17. Surabaya: Airlangga University Press.
Siburian, P. (2006). Keluhan Rasa Panas pada Wanita Menopause. Waspada Online. Jakarta.
Suargana, T. (1997). Gambaran Klinis dan Penatalaksanaan Translokasi. Majalah Kedokteran Indonesia. Vol 47. No.5. Jakarta. ha1:217-25.
Suriritah. (2005). Beberapa Metode Kontrasepsi atau KB. Bagian 1.
Syaif A, Setiawan A, Muchtar HA, Bahry B, Suharto HB, Tirza D, Suyatna FD, dkk. (2003). Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Jakarta : Gaya Baru.
Wikipedia. (2006). Depo Provera. www.en.wikipedia.org/wiki/depoprovera.com. (10 September 2006).
Wikipedia. (2006). Intrauterine Device. www.en.wikipedia.org.wikipedia/intra/uterinedevice.com. (10 September 2006).
Yudomustopo, B. (1989). Pemeriksaan Ginekologis Menjelang Menopause. Simposium Problema Wanita Menghadapi Menopause. Rumah Sakit Pertamina, Jakarta.


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

Ag 018 : Pembentukan Kemandirian Anak Dalam Pendidikan Agama Islam (Studi Pada TK ABA Ngemplak Kalikotes Kabupaten Klaten)


SKRIPSI
ABSTRAK

Dalinah ( 30.06.3.3.132). pembentukan Kemandirian Anak dalam Pendidikan Agama Islam Studi pada TK ABA Ngemplak Kalikotes Kabupaten Klaten. Skripsi : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah STAIN Surakarta, September 2008.
Kata Kunci : Kemandirian Anak, Pendidikan Agama Islam.
Dalam Kesendirian, baik di sekolah maupun dirumahnya kita sering kali menemukan sejumlah anak yang masih memiliki ketergantungan baik dalam cara berfikir, bersikap maupun bertindak. Ketergantungan itu umumnya dipengaruhi oleh tingkatan umur. Misalnya anak usia TK memiliki ketergantungan yang lebih tinggi di banding anak SD begitu seterusnya. Meskipun demikian, tidak jarang juga ditemukan anak pada tingkatan lebih tinggi ternyata memiliki ketergantungan lebih disbanding anak tingkatan di bawahnya. Masalah utamanya adalah masalah karakter dan lebih tepatnya tentang kemandirian. Dalam penelitian ini yang menjadi masalah adalah bagaimanakah Pembentukan kemandirian Anak dalam Pendidikan Agama Islam di TK ABA Ngemplak, Kali Kotes, Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan kemandirian anak dalam Pendidikan Agama Islam di TK ABA Ngemplak, Kali Kotes, Klaten.
Penelitian ini mengunaklan pedekatan deskriptif kuakitatif, penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus 2008. Subjek penelitian adalah guru Pandidikan Agama Islam dari siswa, sedangkan informannya adalah Kepala Sekolah dan guru TK ABA Ngemplak KAlokotes serta wali murid. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancar, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dengan ketekunan pengamatan dan triangulasi sedangkan analisis datanya menggunakan model analisis interaktif dengan langkah – langkah resuksi data, sajian data dan verifikais data.
Dari hasil penelitian pembentukan kemandirian anak dalam pendidikan aga islam di TK ABA Ngemplak dapat disimpulkan bahwa dalam materi wudhu dan salat siswa diajarkan mandiri dalam melipat celana dan baju, melepas sepatu dang anti baju apabila basah kuyub, mempersiapkan dan menggunakan peralatan salat serta bertanggung jawab dalam mengemban tugas seperti tugas untuk menjadikan imam dan makmum dengan baik, serta makan minum sendiri tanpa meminta bantuan orang lain.


DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, Dian Andayani (2004) pendidikan agama islam berbasis kompetensi Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Ahmad D. Marimba, ( 1989) Pengantar Filsafah Pendidikan, Bandung Al Ma’arif
Ahmad Tafsir, (1991), Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung PT. Remaja Rosydakarya.
Azhar Arsyad, (2003) Media Pembelajaran, Jakarta PT. Raja Grafindo Persada
Armei Arief (2002), Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam Jakarta Ciputat Pers
Badudu Zain, (2001) Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta Pustaka Sinar Harapan
Depag RI (2006), Alquran dan terjemahannya, Bandung : CV Jumaanatul ali Art
Depag RI (2004), Kurikulum 2004 Pendidikan agama islam, Jakarta Direktorat Jenderal kelembangan agama islam
Depdiknas (2006), kurikulum 2004 standar kompetensi taman kanak – kanak dan raudlathul athfal, Jakarta director jenderal managemen pendidikan dasar dan menengah
Hadari Nawawi, (1996). Pendidikan Agama Islam Surabaya Al- ikhlas
HB. Sutopo (1996). Metode Penelitian Kualitatif , Surakarta. Universitas Sebelas Maret
Lexy J Moleong ( 2002), Metode Penelitian Kualitatif. Bandung Remaja Rosda Karya
Martini Jamaris ( 2006), Perkembangan Dan Pegembangan Anak, Jakarta. Grasindo
M.Basyirun Usman, ( 2004), Metode Pembelajaran Agama Islam. Yogyakarta. Ciputat Press.
Moh. Uzer Usman ( 2005), menjadi guru profesionak, Bandung PT> Remaja Rosda Karya
Muhaimin (2005), Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Madrasah & Perguruan Tinggi, Jakarta ; PT .  Raja Grifindo Persada.
Muhammad Ali ( 1993) Strategi Penelitian Pendidikan Bandung Angkasa
Nana Sudjana, (1989). Dasar – Dasar Proses Belajar Mengajar :Bandung. Sinar Baru Algensindo
Neong Mohadjir ( 1992), Suatu Pendekatan Kualitatif Bandung Rajawali Pers
Ramayulis  (2005). Metodedologi Pendidikan Agama Islam Jakarta Kalam Mulia 
S. Nasution  ( 1989), Kurikulum dan  Pengajaran Jakarta PT Bumi Aksara
Sordijarto, (1993), Memantapkan Sistem Pendidikan  Nasional Jakarta  Grasindo
Sudarwan Arikunto (1992) Menjadi Peneliti Kualitatif  Yogyakarta Rake  Sarasin


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

ODAP

CARA PEMESANAN FILE

1. Silakan SMS ke HP. 085641051278 >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan (agar proses pengecekan lebih mudah). Mohon SMS saja.

2. Kirim e-mail ke : rosiyaniellyana@gmail.com >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan. Silakan tulis "FILE SKRIPSI SAYA" sebagai subjek e-mail.

3. Pembayaran dilakukan via transfer ke Bank CIMB Niaga. (nomer rekening kami informasikan bersamaan dengan konformasi file).

4. Pengiriman dapat berupa:
a. soft file >>> via e-mail
b. soft file dalam bentuk CD/DVD >>> via pos / paket
c. hard file (+ biaya print) >>>> via pos / paket