KATALOG LENGKAP

Silakan kirim e-mail ke rosiyaniellyana@gmail.com atau sms ke HP. 085641051278 untuk mendapatkan katalog lengkap judul-judul skripsi koleksi kami. Judul yg dipublikasikan baru sebagian dari koleksi kami. Katalog dikirim via e-mail.

Showing posts with label PTK SD. Show all posts
Showing posts with label PTK SD. Show all posts

Tuesday, January 21, 2014

PTK SD 017 : Dengan Penerapan Metode Diskusi Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar PKN Siswa Kelas 5 Semester Genap SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kab Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007

ABSTRAK


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan peningkatan kualitas pendidikan di SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi,  sehingga dirasa perlu mengupayakan metode belajar yang mendukung untuk meningkatkan prestasi siswa. Dengan banyaknya konsep yang mengemukakan tentang keuntungan-keuntungan dalam penerapan metode diskusi, maka penulis merasa perlu melakukan penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  (1) Bagaimana pelaksanaan metode diskusi untuk siswa kelas 5 Semester genap SDN Sambirejo 4 Ngawi (2) Bagaimana prestasi siswa sebelum dan sesudah diberlakukan metode diskusi., (3) Ada tidaknya pengaruh yang signifikan dalam penerapan metode diskusi terhadap hasil belajar PKN siswa, (4)  Bagaimana model peningkatan prestasi dari pelaksanaan metode diskusi.
Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode siklus, yaitu dengan menggunkan tiga siklus, yang mana dalam setiap siklus terdapat refleksi yang dimaksudkan untuk menggali strategi penyusunan alternatif penyempurnaan, guna penyempurnaan di tahap berikutnya.
Hasil yang diperoleh adalah (1) Pelaksanaan metode diskusi yang dilakukan melalui tiga siklus, dengan siklus I sebagai siklus pertama penerapan metode diskusi, siklus II sebagai penyempurnaan dari siklus I, dan siklus III sebagai penyempurnaan dari siklus II., (2). Terdapat perbedaan prestasi rata-rata yang jelas antara sebelum dan sesudah diberlakukannya proses diskusi dengan metode siklus. (3). Terdapat peningkatan prestasi yang nyata, baik dalam setiap siklus maupun hasil akhir dari penerapan metode diskusi, yaitu setelah siklus III. Sebelum penyelenggaraan diskusi, nilai rata-rata kelas adalah 7., setelah siklus I adalah 7,6., setelah siklus II adalah 8,2., dan pada tahap akhir setelah siklus III adalah 7,8. Hal ini menunjukkan dampak yang nyata dari pelaksanaan proses diskusi yang dilaksanakan dengan metode siklus. Persamaan untuk perubahan prestasi setelah dilakukan proses diskusi adalah Y = 0,35X + 6,3.\

Kata kunci: Metode diskusi, upaya, prestasi belajar, PKN.

DAFTAR PUSTAKA

Barnadib, Sutari Imam. 1984. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Yogyakarta: IKIP
E. Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda
Maknum, H.A. Syamsudin. 2005. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mudhofir. 1987. Teknologi Instruksional. Bandung: Remadja Karya
Purwanto, M. Ngalim. 1998. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosda
Gerlach, R. 1988. Qualitative Method. An Introduction to Research. __________
Sa’ud, U. Syaefudin dan Maknum, H.A. Syamsudun. 2005. Perencanaan Pendidikan. Bandung: Remaja Risdakarya
Tim, 2007. Pedoman Penulisan Skripsi. Madiun: IKIP PGRI
Walpole E, Ronald. 1982. Introduction to Statistic. San Francisco: W.H. Freeman & Co.
W.B. John, 1977. Research in Education.  India: Prentice Hall.



Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP.085641051278

PTK SD 015 : PEMBELAJARAN TEMATIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 SD NEGERI 034 SAMARINDA ULU

ABSTRAK

 
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 3 SD Negeri 034 Samarinda Ulu melalui pembelajaran Tematik pada pokok bahasan operasi hitung bilangan dan pengukuran.
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 034 Samarinda Ulu tahun pembelajaran 2006/2007 dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 3 berjumlah 34 siswa dan objek penelitian adalah pembelajaran Tematik.
Instrumen pengumpulan data berupa tugas, tes hasil belajar dan observasi. Tugas berupa tugas kelompok dan tugas individu. Tugas kelompok adalah lembar kegiatan siswa yang dikerjakan di sekolah dan tugas individu adalah tugas yang dikerjakan di rumah. Tes hasil belajar dilaksanakan setiap akhir siklus untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada setiap siklus. Observasi dilaksanakan pada setiap pertemuan dan selama pembelajaran berlangsung. Siklus I, II, III, dan IV masing-masing dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan dua kali pembelajaran dan satu kali tes hasil belajar. Soal tes hasil belajar pada setiap siklus berbentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, dan grafik. Yang bertindak sebagai pelaksana pembelajaran adalah peneliti, sedangkan sebagai observator adalah guru matematika kelas 3 SD Negeri 034 Samarinda Ulu.
Hasil analisis data menunjukkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap siklus. Nilai hasil belajar diperoleh dengan menganalisis data berupa nilai tugas kelompok, nilai tugas individu dan nilai tes akhir siklus. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar dijadikan sebagai nilai dasar bagi siklus II, yaitu 55,23 menjadi 60,27 dengan rata-rata poin peningkatan 17,06 (cukup). Dari siklus II ke siklus III mengalami peningkatan dari 60,27 menjadi 65,91 dengan poin peningkatan 19,41 (cukup). Demikian juga dari siklus III ke siklus IV mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai hasil belajar 65,91 menjadi 75,09 dengan rata-rata poin peningkatan 21,76 (baik). Aktivitas guru pada siklus I dinilai cukup, siklus II, III dan IV dinilai baik. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I dinilai kurang, siklus II dinilai cukup, siklus III dan siklus IV dinilai baik.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran Tematik hasil belajar matematika siswa kelas 3 SD Negeri 034 Samarinda Ulu mengalami peningkatan.


DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M. 1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Ketentuan Umum Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Pra Sekolah, Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Ketentuan Umum Pengembangan Sistem Penilaian Hasil Belajar Berbasis Kompetensi Siswa SMP. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2004. Penyusunan Pembelajaran Tematik. Magelang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004.  Model Silabus Kurikulum Sekolah Dasar Kelas 3, 4, 5 dan 6 Tahun 2004. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pedoman Pembuatan Hasil Belajar SMP. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Dianawati, A. 2006. IPAL (Ilmu Pengetahuan Alam Lengkap) SD. Jakarta: Kawan Pustaka.
Haryanto. 2004. Sains untuk SD Kelas III. Jakarta: Erlangga.
Sudjana, N. 2002. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sukayati, dkk. 2004. Pembelajaran Tematik Di SD Merupakan Terapan Dari Pembelajaran Terpadu. Yogyakarta: Depdiknas.
Suparno, As. 2001. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sutirjo dan Mamik,S. I. 2005. Tematik, pembelajaran efektif dalam kurikulum 2004. Malang: Bayumedia.
Suyati dan Khafid,M. 2004. Matematika SD Kelas III. Jakarta: Erlangga.
Syamsuddin. 1996. Psikologi pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tim Bina Karya Guru. 2004. Bina Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Erlangga
Tim Bina Karya Guru. 2004. Terampil Berhitung Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Erlangga.
Tim Penulis. 2006. Model Silabus Tematik SD Kelas 3. Jakarta: Grasindo.
Tim PPPG Matematika. 2005. Pembelajaran Tematika. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Ungu, N. K. 2006. Pengajaran Dengan Metode Tematik Sebagai Upaya Pengintegrasian Nilai-Nilai Iman dan Taqwa. Magelang: Universitas Tidar Magelang.

Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP.085641051278


PTK SD 007 : UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR I P A MENGGUNAKAN METODE PERCOBAAN DAN PENGELOMPOKAN DISKUSI DENGAN STAD (Student Team Achievement Divicion) DI KELAS V SD NEGERI 1 KALISORO KABUPATEN KARANGANYAR


ABSTRAK

Proses Pembelajaran adalah kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Harapan yang ada pada setiap guru adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami secara tuntas. Untuk memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, karena kita sadar bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi minat, potensi, kecerdasan dan usaha siswa itu sendiri. Dari keberagaman pribadi yang dimiliki oleh siswa tersebut, kita sebagai guru hendaknya mampu memberikan pelayanan yang sama sehingga siswa yang menjadi tanggung jawab kita di kelas itu merasa mendapatkan perhatian yang sama. Untuk memberikan pelayanan yang sama tentunya kita perlu mencari solusi dan strategi yang tepat, sehingga harapan yang sudah dirumuskan dalam setiap Rencana Pembelajaran dapat tercapai.
Berdasarkan pengamatan atau observasi pendahuluan yang peneliti lakukan, ditemukan bahwa siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisoro dalam melaksanakan diskusi kelas jarang sekali mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, apalagi mengajukan saran. Karena aktivitas siswa yang rendah itu, hasil belajar yang diperoleh juga menjadi rendah. Hal ini dapat kita lihat dari nilai rata-rata hasil ujian semester ganjil kelas tahun pelajaran 2007/2008. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran IPA. Guru sering memberikan pelajaran dalam bentuk ceramah dan tanya-jawab, sehingga siswa tidak terangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif.
Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode diskusi dengan percobaan menggunakan pembagian kelompok dengan STAD (Student Team Achievement Divicion) dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA hal ini dapat dilihat dari perstasi siswa baik secara pribadi maupun secara kelompok, dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasan semakin meningkat diimbangi dengan meningkatnya rata-rata kelas. .

Kata kunci : Proses belajar mengajar, tehnik pembelajaran, percobaan, STAD.

 
DAFTAR PUSTAKA

Arifin Zaena. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Karya
Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayakan Ilmu Pengetahuan Alam . Solo : Sindhunata
Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali
Supono, dkk (19760, Energi Gelombang Medan I. Jakarta : Balai Pustaka.
Suryadi, Didi. (1997). Alat Peraga dan Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam . Jakarta : Ditjen Dikdasmen D2 Karunika UT
Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 
Yohanes Surya (1997), Olympiade, Jakarta : Galaxy.
Daniel Muijs dan David Reynolds 2000. EffectiveTteaching Teori dan Aplikasi ( Edisi ke -2 ) Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Nana Sudjana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Gagne, Robert M and Leslie J. Briggs, 1978. Principles of Instructional Design. 2nd Ed, New York : Holt Rinehart and Winstons.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085641051278

PTK SD 006 : UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING LEARNING) PADA POKOK BAHASAN PEREDARAN DARAH BAGI SISWA KELAS V SEMESTER I IPA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KALISORO KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2007/2008


ABSTRAK

Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berhubungan baik dari diri siswa atau dari luar siswa. Beberapa masalah yang berhubungan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA antara lain: siswa, guru, suasana kelas dan penerapan strategi pembelajaran. Selain itu masih banyak lagi masalah yang dapat dikemukakan dan yang herhubungan dengan upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam mengikuti pelajaran IPA pada materi peredaran darah pada manusia..
Masalah utama dalam pembelajaran IPA ialah mencari metode atau model pembelajaran yang dapat menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa, sehingga siswa mampu mengimplementasikan hakekat nilai dalam kehidupan sehari-hari. Mata Pelajaran IPA tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas V merupakan merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yaitu suatu Ilmu yang mempelajari gejala dan peristiwa atau fenomena alam serta berusaha untuk mengungkap segala rahasia dan hukum semesta.Objek IPA meliputi mempelajari karakter, gejala dan peristiwa yang terjadi atau terkandung dalam benda - benda mati atau benda yang tidak melakukan pengembangan diri.
Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontektual CTL (contextual teaching and learning) dengan metode percobaan dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA hal ini dapat dilihat dari prestasi siswa, dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasan semakin meningkat diimbangi dengan meningkatnya rata-rata kelas.  

Kata kunci : Proses belajar mengajar, metode pembelajaran, percobaan, kontektual, CTL (contextual teaching and learning).


DAFTAR PUSTAKA



Arifin, Zainal. 1998. Evaluasi Instruksional Prinsip dan Prosedur. Bandung : CV Karya
Arikunto, Suharsimi. 2000. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Jakarta: Rineka Cipta.
Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. University Press
Johnson, Elaine B. 2006. Contextual Teaching and Learning. Bandung : Mizan Learning Center (MLC)
Lie, Anita. 2008. Cooperatif Learning. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Martinis Yamin. 2006. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.
Melvin K. Silberman. 2004. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktiv. Bandung: Nusamedia
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurhadi. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana.
Slavin, Robert. 1994. Cooperatif Learning. (Terjemahan Agus Susanto). Boston University
Sudjana, Nana. 1998. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Usman, Moh. Uzer dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Umaedi. 2002. Pendekatan Kontekstual. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP.  085641051278

PTK SD 005 : UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEQIP DI KELAS 5 SD NEGERI 01 KALISORO TAWANGMANGU TAHUN PELAJARAN 2008/2009


ABSTRAK


Sekolah sebagai tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangat penting dan menonjol dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu pendidikan di sekolah memegang peranan penting dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal seperti yang diharapkan. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru menjadi pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.
Proses belajar mengajar kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Kalisoro Tawangmangu terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dalam materi alat-alat pencernakan manusia dalam 2 kali ulangan rata – rata hanya 10 siswa dari 29 siswa yang mencapai penguasaan materi sebesar 70% ke atas. Selama pembelajaran berlangsung siswa tidak termotivasi untuk penjelasan guru karena guru dalam mengajar tidak melibatkan siswa secara aktif, bahkan sering guru memberi pertanyaan pada akhirnya guru sendiri yang menjawab. Hal tersebut terlihat bahwa pelajaran didominasi oleh guru dan penjelasan guru kurang didukung dengan metode yang sesuai dan menarik perhatian siswa.
Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tehnik pembelajaran dengan menggunakan media SEQIP misalnya : peta dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA dan memperkecil tingkat kesulitan siswa untuk bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukakan gagasan dalam proses pembelajaran,  sehingga dapat meningkatkan kualitas/mutu interaksi pembelajaran dalam  proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Kata kunci : Interaksi pembelajaran, tehnik pembelajaran, media SEQIP.


DAFTAR PUSTAKA

 Arifin Zaena. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Karya
Haryono, (2004), Buku Sains kelas IV, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Tim Tunas Sains, (2004), Muchtar Kasmuri, Buku Sains  kelas V, Yudistira, Jakarta.
Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali
Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085641051278

PTK SD 004 : UPAYA PERBAIKAN PEMBELAJARAN MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) PADA MATA PELAJARAN IPA DENGAN MATERI POKOK PERUBAHAN ENERGI PANAS DAN LISTRIK SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SDN TETER SIMO DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DAN METODE DEMONSTRASI

AB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

            Keberhasilan dari suatu kegiatan sangat ditentukan oleh perencanaannya. Apabila perencanaan suatu kegiatan dirancang dengan baik, maka kegiatan akan lebih mudah dilaksanakan, terarah serta terkendali.

            Menurut Winarno (2003:6), perencanaan pembelajaran berperan sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan berjalan efisien dan efektif. Dengan perkataan lain perencanaan pembelajaran berperan sebagai skenario proses pembelajaran. Oleh karena itu perencanaan pembelajaran hendaknya bersifat luwes (fleksibel) dan memberi kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikannya dengan respon siswa dalam proses pembelajaran sesungguhnya.

            Kegiatan mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi dan tanggung jawab pada siswa untuk selalu menerapkan seluruh potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan belajar sepanjang hayat. Gagasan dan pengetahuan ini akan membentuk ketrampilan, sikap dan perilaku sehari-hari sehingga siswa akan berkompeten dalam bidang yang dipelajarinya.

            Ada kalanya dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didik tidak selalu berjalan lancar sesuai dengan perencanaan atau gagal. Banyak faktor yang menyebabkan kegagalan dalam memberikan materi pelajaran. Dari faktor anak, tingkat intelegensi dan latar belakang anak didik yang berbeda-beda menyebabkan hasil pembelajaran yang tidak sama pula. Sedangkan penyebab lain dari pihak guru adalah cara penyampaian materi yang dianggap anak didik sulit memahaminya, kurangnya media pembelajaran, metode pembejaran yang salah, sehingga tujuan pembelajaran kepada anak didik tidak mengenai sasaran, dan masih banyak lagi sebab-sebab kegagalan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.

            Dengan adanya kegagalan dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didik, penulis menggunakan hal ini sebagai dasar dalam usaha memperbaiki pembelajaran. Penulis mencoba memperbaiki pembelajaran melalui prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan karakteristik PTK yaitu adanya masalah dalam PTK dipicu oleh kesadaran pada diri guru bahwa praktek yang dilakukan di kelas mempunyai masalah yang harus diselesaikan dan ditindaklanjuti agar terjadi perubahan pada keberhasilan anak didik. Penulis melakukan PTK yang diawali dengan refleksi diri, mengidentifikasi permasalahan pembelajaran dengan bantuan teman sejawat.

            Menurut Hardjodipuro dalam Basuki Wibawa (2003 : 7) berpendapat bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan.

            Seperti halnya penulis melakukannya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan materi pokok perubahan energi panas dan listrik. Kegagalan penulis dalam pembelajaran mata pelajaran IPA ini ditandai dengan rendahnya nilai yang diperoleh siswa pada akhir pembahasan materi.

            Pada mata pelajaran IPA, dari 13 siswa yang tuntas dalam materi ini sebanyak 5 siswa apabila dipersentase adalah 38%, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 8 siswa atau 62%.

            Beban tanggung jawab untuk menuntaskan keberhasilan pembelajaran siswa, penulis menindaklanjuti dari refleksi dan menentukan fokus perbaikan untuk mata pelajaran IPA. Pada siklus I adalah dengan demonstrasi dan diskusi tentang perubahan energi panas dan listrik. Penggunaan media pembelajaran juga diberikan yang berhubungan dengan perubahan energi panas dan listrik seperti bel, setrika, kipas angin dan lain sebagainya. 

 B.   Rumusan Masalah

Penulis merumuskan identifikasi masalah yang dihadapi untuk mata pelajaran IPA yaitu: Pada pembelajaran IPA di kelas IV dengan materi pokok Perubahan energi panas dan listrik, ternyata setelah diadakan tes pada akhir pembahasan, ternyata hanya 5 siswa yang tuntas atau 38%, sedangkan 8 siswa atau 62% tidak tuntas.

Dari perolehan hasil belajar siswa yang rendah itu dapat diidentifikasi permasalahannya yaitu :
1. Siswa belum memahami tentang terjadinya perubahan energi listrik.
2. Perlu penjelasan yang rinci tentang perubahan energi listrik.
3. Menggunakan alat peraga berupa benda nyata sebagai contoh dari adanya perubahan energi listrik.

Ketiga permasalahan itu merupakan alternatif dari sekian banyak temuan yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Atas dasar temuan permasalahan itu, penulis dapat merumuskan masalah dalam pembelajaran sebagai berikut :
1. Mengapa siswa belum dapat memahami perubahan energi listrik?
2. Metode apa yang tepat untuk membelajarkan tentang perubahan energi listrik?
3. Alat peraga apa yang akan harus digunakan ?


DAFTAR PUSTAKA

Asmawi Zainul, Agus Mulyana. 2005. Tes dan Asesmen di SD.  Jakarta : Universitas Terbuka.
Basuki Wibawa. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas Dirjend Pendidikan Dasar Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan.
Hariyanto. 2004. IPA 2. Untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta : Erlangga.
Mangatur Sinaga. 2004. Matematika Kelas IV. Untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta : Yudistira.
Safari. 2003. Evaluasi Pembelajaran. Jakarta : Depdiknas Dirjend Pendidikan Dasar Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan.
Suciati, dkk. 2005. Belajar dan Pembelajaran 2.  Jakarta : Universitas Terbuka.
Tim IPA. 2004. IPA Kelas IV. Untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta : Yudistira.
Udin S. Winata. Putra. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Universitas Terbuka.
Wardani I.G.A.K. Siti Julaecha. Ngadi Marsinah. 2005. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka.
Wardani I.G.A.K. Wihardit K. Noehi Nasution. 2004. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085641051278

ODAP

CARA PEMESANAN FILE

1. Silakan SMS ke HP. 085641051278 >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan (agar proses pengecekan lebih mudah). Mohon SMS saja.

2. Kirim e-mail ke : rosiyaniellyana@gmail.com >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan. Silakan tulis "FILE SKRIPSI SAYA" sebagai subjek e-mail.

3. Pembayaran dilakukan via transfer ke Bank CIMB Niaga. (nomer rekening kami informasikan bersamaan dengan konformasi file).

4. Pengiriman dapat berupa:
a. soft file >>> via e-mail
b. soft file dalam bentuk CD/DVD >>> via pos / paket
c. hard file (+ biaya print) >>>> via pos / paket