KATALOG LENGKAP

Silakan kirim e-mail ke rosiyaniellyana@gmail.com atau sms ke HP. 085641051278 untuk mendapatkan katalog lengkap judul-judul skripsi koleksi kami. Judul yg dipublikasikan baru sebagian dari koleksi kami. Katalog dikirim via e-mail.

Showing posts with label Matematika. Show all posts
Showing posts with label Matematika. Show all posts

Wednesday, January 1, 2014

T 007 : EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DAN AFEKTIF SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

TESIS 
Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2007

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah : (I) Untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika realistik memberikan rataan kognitif dan afektif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran matematika secara konvensional pada kompetensi dasar operasi bilangan pecahan. (2) Untuk mengetahui apakah kemampuan awal siswa yang tinggi memberikan rataan kognitif dan afektif yang lebih tinggi dibandingkan kemampuan awal siswa yang lebih rendah pada kompetensi dasar operasi bilangan pecahan. (3) Untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika realistik memberikan rataan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran matematika secara konvensional pada kompetensi dasar operasi bilangan pecahan. (4) Untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika realistik memberikan rataan afektif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran matematika secara konvensional pada kompetensi dasar operasi bilangan pecahan. (5) Untuk mengetahui apakah kemampuan awal siswa yang tinggi memberikan rataan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan awal siswa yang rendah pada kompetensi dasar operasi bilangan pecahan. (6) Untuk mengetahui apakah kemampuan awal siswa yang tinggi memberikan rataan afektif yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan awal siswa yang rendah pada pada kompetensi dasar operasi bilangan pecahan.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, sedang populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri se-Kecamatan Polokarto Sukoharjo. Dengan populasi sebanyak 786 siswa. Sampel diambil secara cluster random sampling dengan pengundian. Sampei dalam penelitian ini sebanyak 136 siswa yang mewakili populasi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes kemampuan kognitif dan afektif dalarn bentuk pilihan ganda. Sebelum tes digunakan terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas, konsistensi internal dan reliabilitas. Untuk uji validitas menggunakan daftar cek list yang berisi tentang pertanyaan apakah butir-butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi.silabus/kurikulun. Untuk menghitung konsistensi internal untuk butir ke-i, rumus yang digunakan adalah rumus korelasi momen produk dari Karl Pearson. Reliabilitas soal tes kemampuan kognilif dinyatakan dengan korelasi (r) yang diukur dengan rumus Kuder dan Richardson 20 yang dikenal dengan rumus K-R 20 dan diperoleh indeks reliabilitas rn= 0,875. Untuk reliabilitas tes kemampuan afektif didiukur dengan teknik alpha yaitu dengan membelah instrumen menjadi n bagian yang berarti masing-masing bagian terdiri dari satu butir saja kemudian masing-masing bagian dicari variansi skornya serta variansi totalnya dan diperoleh indeks reliabilitas r11 =  0.852.
Pengujian hipotesis menggunakan Manova dua jalur dengan frekuensi sel tak sama, dengan taraf signifikansi 5 %. Sebelumnya dilakukan uji pendahuluan yaitu uji keseimbangan, dan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji keseimbangan dengan uji t diperoleh hasil thitung =: 0,401 sehingga - ttabel = -1,96 < thitung= 0,401 < ttabel = 1,96, maka kedua kelompok tersebut seimbang. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorof Smirnof, untuk kelompok eksperimen diperoleh harga p = 0,062 dan kelompok kontrol diperoleh harga p = 0,103. Karena harga p = 0,062 > 0,05 =- a. dan p = 0,103 > 0,05 = a maka Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang normal. Uji homogenitas menggunakan uji Lavene untuk kelompok eksperimen diperoleh harga p = 0,218 dan kelompok kontrol diperoleh harga p = 0,103. Karena harga p = 0,062 > 0,05 = a dan p = 0,103 >..0,05 = a maka Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen.
Dari hasil uji hipotesis dapat disimpulkan (1) terdapat perbedaan efek antara pembelajaran matematika pada kemampuan kognitif dan afektif siswa. (p = 0,004 < 0,05 = a) (2) terdapat perbedaan antara siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah (p = 0,000 < 0,05 = a) (3) terdapat perbedaan efek antar pembelajaran matematika pada kemampuan kognitif (p = 0,007 < 0,05 = a) (4) terdapat perbedaan efek antar pembelajaran matematika pada kemampuan afektif (p = 0,007 < 0,05 == a) (5) terdapat perbedaan antara siswa dengan kemampuan awal tinggi dan siswa dengan kemampuan awal rendah pada kemampuan kognitif (p == 0,000 < 0,05 = a) (6) terdapat perbedaan antara siswa dengan kemampuan awal tinggi dan siswa dengan kemampuan awal rendah pada kemampuan afektif (p = 0,000 < 0,05 = a).


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi. 1992. Pengelolaan Pengajaran Pendidikan. Jakarta Rineka Cipta.
Budiyono. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surakarta : UNS Press.
_______. 2004. Statistika Dasar unliik Penelitian. Surakarta : IJNS Press.
_______. 2006a. Penggunaan SPSS Untuk Melakukan Analisis Variansi Kumpulan Makalah Pcrkuliahan Pascasarjana : Universitas Sebelas Maret Surakarta.
_______, 2006b. Asesmen Aspek Afektif dun Psikomotor. Kumpulan Makalah Perkuliahan Pascasarjana: Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Daryanto. 1983. Tujuan Metode dan Satuan Pelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito.
Dick dan  Carey.   1990.  Kemampuan Awal Dalam Proses  Belajar www.dcpdiknas.go.id/jurnal/38/editorial
Djago Tarigan. 1990. Proses Belajar Mengajar Pragrnatik. Bandung : Angkasa-
Djoko Waliadi. 1989. Dasar-dasar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Freudenthal, H. 1991. Revisiting Mathematics Education. China Lectures. Dordrecht: Kluwer Academic Publisher. (www.depdiknas.go.id)
Gagne. R M. 1977. The Condition of learning. New York : Hort Rinehart and Winston.
Gravemeijer. 1994. Developing Realistic Mathematics Education. Utrecht: CD-b Press/Freudenthal Institute, (www.depdiknas.go.id)
Herman Hudojo. 1998. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
I Gusti Suharta, 2001. Matematika Realislik : Apa dan Bagamiana www.depdiknas.go.id/jurnal/38/editorial
Joesmani. 1988. Jaromelik. 1996. Jonli. 1997. Kemampuan Awal dalam Proses Belajar www.depdiknas.go.id/jurnal/38/editorial.
Johnson R.A. dan Wichhem D.W. 1991. Applied Multivariat Statistical Analysis. New Jersey: Egle Wood Cliffs.


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

Sunday, December 29, 2013

Pd 028 : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA BUSUR DERAJAT, PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 KEDUNGSARI KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2004 / 2005

SKRIPSI (Matematika)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2005.

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan pembelajaran Matematika siswa kelas IV di SDN 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. (2) Mengetahui bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan prestasi siswa kelas IV di SDN 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.(3) Mengetahui adanya hambatan yang ditemui dalam meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas IV SDN 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan strategi tindakan berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SD 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan terikat. Variabel bebas “Alat Peraga Busur Derajad” sedangkan variabel terikat “Prestasi Belajar Matematika”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005 sejumlah 11 siswa. Sampel diambil dengan teknik sampling jenuh (sensus) sejumlah 11 siswa.
Penelitian dilakukan dengan dua siklus dengan menggunakan metode berkelanjutan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara (1) melakukan identifikasi masalah, (2) melakukan analisis masalah dan perumusan masalah, (3) formulasi solusi dalam bentuk hipotesis tindakan, dan (4) analisis kelaikan solusi.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan menggunakan 2 siklus, temyata hipotesis tersebut dapat diterima, artinya bahwa ternyata alat peraga Busur Derajad dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas IV SD 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004 / 2005. Hal ini terbukti mayoritas siswa telah menggunakan alat peraga Busur Derajad dalam pembelajaran mengukur.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan hal-hal sebagai berikut (1) Sekolah hendaknya meningkatkan pengadaan berbagai alat-alat peraga Matematika baik droping maupun swadaya sekolah. Sehingga bisa lebih menunjang dalam penanaman konsep-konsep dalam pembelajaran Matematika lebih nyata sekaligus aktivitas siswa lebih meningkat dan memberdayakan alat peraga Busur Derajad; (2) Guru hendaknya mempersiapkan secara cermat langkah-langkah pembelajaran Matematika dengan menggunakan alat peraga Busur Derajad apabila mengajarkan pokok bahasan mengukur besarnya sudut dalam suatu bidang. Hal ini, dikarenakan sangat mempengaruhi proses pembelajaran Matematika agar lebih efektif dan efisien; (3) Siswa hendaknya benar-benar memahami penggunaan alat peraga Busur Derajad dalam pembelajaran Matematika sehingga mampu menggukur besarnya sudut pada suatu bidang yang akan diukur.


DAFTAR PUSTAKA

 Amir Hamzah Sulaiman. 1991. Strategi Belajar dan Mengajar. Jakarta : Djambatan.
Arief S. Sadiman. 2003. Media Pendidikan, Pengertian Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta : Rajawali Press.
Anton Sukarno. 1994. Efektititas Sistem Pengajaran Pelayanan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Surakarta. Tiga Serangkai.
Aswan Zaim. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Semarang. Gramedia.
Bukhori, M. 1991. Pengantar Psikologi Pendidikan, Bandung : Jenmars
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP,) Kelas IV, V; dan VI. Jakarta : Dikmenum
__________________ 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balaipustaka.
___________________ . 1995. Petunjuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Jakarta.
_____________________ . 1994. Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun . Jakarta : Duta Nusindo Jakarta.
Depdinas. 2003. Petunjuk Peningkatan Mutu dan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jakarta : Dikmenun
Djamarah. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Djoko Museno. 2000. Mari Berhitung. Jakarta : Dinas Pendidikan Nasional.
Diwandono. 1996. Penilaian Pendidikan. Jakarta. Unversitas Terbuka. Dirjen
Dikdasmen. 1997. Matematika Dasar. Jakarta : Balaipustaka.
Endang Retno. W. 2002. Metode Penelitian Kelas. Semarang : Unnes.
Herman Hudojo 1998. Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : CV. Angkasa.
Hudojo. 1998. Belajar Mengajar Matematika, Bandung : CV. Angkasa.
Karso. 2003. Kapita Selekta Pembelajaran Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka
Kasbolah. 1999. Metdodik Dedaktik. Jakarta. Rineka Cipta.
Moeliono. 2000. Didaktik / Metode Umum. Jakarta : Rineka Cipta.
Milles and Huberman. 2000. Analisis Data Kualitatif. Jakarta. Percetakan Muhammadiyah.
Moleong. L.J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya. Moleong .L.J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitat f. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Muhibbin Syah. 1995. Desain Instruksional. Solo : Yudistira.
Muhammad All. 1987. Prosedur Penelitian Kualitatif. Jakarta : Balaipustaka.
Muchtar. 2004. Matematika Jilid II. Jakarta : Universitas Terbuka.
Nana Sudjana. 2001. Cara Belajar Siswa Aktij dalam Proses Belajar Mengajar, Jakarta, Depdikbud.
Nasution. 1997. Asas-asas Kurikulum. Bandung : Jemmars.
Ngadino Y, 2003. Media Pembelajaran. Surakarta.
Ngalim Purwanto. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Nursid Sumaadmadja. 2003. Konsep Dasar Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka.
Oemar Hamalik. 1980. Metodologi Pengajaran Ilmu Pendidikan. Bandung.
Ruseffendie. 1993. Matematika 3. Jakarta : Universitas Terbuka.
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.
Sugiyono, 1990. Prosedur Penelitian kualitatif: Bandung : Eksakta
Sumantri. 2001. Matematika Dasar I. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sumantri dan Permana. 200 I. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelejaran Matematika pada Tingkat Sekolah Dasar. Jakarta : Rineka Cipta.
Sunardi, 1997. Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar. Surakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. UNS.
Sutartinah Tirtonegoro. 1999. Anak Supernormal dan Program pendidikan. Jakarta ; PT Bina Aksara.
Suyitno. 2001. Pembelajaran Matematika. Bandung, Erlangga.
______________. 2000. Petunjuk Teknis Matematika. Bandung. Erlangga.
Wahyudin. 2003. Ensiklopedi Matematika untuk SLTP. Jakarta. CV. Tarity Samudra Berlian.
Winkel W.S. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta. Gramedia.

Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

Pd 026 : PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL LUAS BANGUN DATAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA

SKRIPSI (Matematika)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Siarakarta (2005)


ABSTRAK


Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui apakah cara penggunaan alat peraga dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal-­soal luas bangun datar siswa kelas V SD, (2) Mengetahui bagaimana cara menerapkan alat peraga dalam pembelajaran Matematika di kelas V SD, (3). Mengetahui hambatan yang dihadapi guru dalam penggunaan alat peraga dalam pembelajaran Matematika.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan strategi berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi refleksi. Penelitian ini dilakukan di SD 3 Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Populasi dalam penelitian ini penulis adalah siswa kelas V  SD 3 Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004 / 2005. Adapun dalam penelitian ini penulis tidak mengambil sampel dikarenakan, jumlah siswa Kelas V SD 3 Bae, Kecamatan Bae,  Kabupaten Kudus sangat sedikit sehingga semuanya dijadikan sebagai populasi dalam penelitian ini.
Penelitian ini dilalukan dengan dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara (1). Melakukan identitikasi masalah, (2) Melakukan analisis masalah dari perumsuan masalah, (3) Formulasi solusi dalam bentuk hipotesis tindakan, (4) Analisis Kelaikan Solusi.
Berdsarkan hasil penelitian dari pembahasan sebagaimana telah diuraikan pada Bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut kemampuan dalam penyelesaian soal. Hasil bangun datar siswa kelas V Semester II SD 3 Bae Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2004 / 2005 dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan alat peraga dengan skor rata-rata 76,23).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang penulis ajukan yaitu : (1) Siswa kelas V SD dapat menyelesaikan soal - soal luas bangun datar dengan menggunakan alat peraga, (2)  Dengan alat peraga siswa kelas V SD dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal-soal luas bangun datar (3) Hambatan yang dihadapi guru dalam menggunakan alat peraga adalah kurangnya media pembelajaran yang diterima oleh siswa dapat diterima kebenariannya.


DAFTAR PUSTAKA

Anton Sukarno. 1994. Efektivitas Sistem Pengajaran Pelayanan bagi Anak Berkesulitan Belajar Surakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Kurikulum Pendidikan Dasar.. Jakarta.
Hennan Hudojo. I998. Belajar Mengajar Matematika. Bandung : CV. Angkasa.
Hidayah. 2002, Workshop I Pendidikan Sekolah Dasar. Semarang : Jurusan Matematika FMIPA UNNES.
Kasihani Kasbolah. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Malang : Universitas Negeri Malang
Oeniar Harnalik. 1980. Metodoologi Pengajaran Ilmu Pendidikan. Bandung.
Slameto. 1995. Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit. Jakarta : Bumi Aksara.
Suhennan Erman dan Udin S. Winataputra. 1993. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta : Depdikbud Universitas Terbuka.
Sunardi. 1997. Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar. Surakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan UNS.
Sutratinah Tirtonegoro, 1988. Anak Supernormal Program Pendidikan. Jakarta : PT. Bina Aksara.
Winarno Surakhmad. 1986. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito.
Winkel W.S. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia.

Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

Pd 008 : STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERCOBAAN DAN METODE DISKUSI KELOMPOK SISWA KELAS IV SD 4 KANDANGMAS DAN SD 3 CRANGGANG, DAWE, KUDUS TAHUN PELAJARAN 2004/2005

SKRIPSI ( Matematika)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta ( 2005 ).


ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aa tidaknya perbedaan prestasi belajar mata pelajaran Matematika yang pembelajarannya menggunakan Metode Diskusi Kelompok dan yang pembelajarannya menggunakan Metode Percobaan paa siswa kelas IV SD 4 Kandangmas dan SD 3 Cranggang, Dawe, Kudus tahun pelajaran 2004/2005.

Dengan masalah dan tujuan penelitian maka peneliti ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Percobaan, populasinya siswa kelas IV SD 4 Kandangmas dan SD 3 Cranggang, Dawe, Kudus. Alat pengumpul data dengan tes dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil analisis data ternayta diperoleh nilai t empiris sebesar 4,444. Dikonsultasikan dengan nilai t tabel pada ts 5% = 2,045, ternyata t empiris lebih besar dari pada t tabel yaitu te > t= 4,444 > 2,045. Berarti ada perbedaan pretasi belajar mata pelajaran Matematika yang diajarkan dengan menggunakan metode Diskusi Kelompok dan yang diajarkan dengan menggunakan metode percobaan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan : Prestasi belajar mata pelajaran Matematika yang diajarkan dengan meggunakan metode Percobaan lebih baik dari pada yang diajarkan dengan menggunakan metode Diskusi Kelompok pada siswa kelas IV SD 4 Kandangmas dan SD 3 Cranggang, Dawe, Kudus tahun pelajaran 2004/2005 dapat diterima.



DAFTAR PUSTAKA

Abdul Gafur. 1989. Desain Instruksional, Surakarta : Tiga, Serangkai
Ady dan Fryda. 1999. Kumpulan rumus Matematika untuk SD. Surabaya : Alumni Surabaya
Budiyono. 1998. Metodologi Penelitian Pengajaran Matematika. Surakarta Universitas Sebelas Maret Press.
Cholis Sa'dijah. 1994. Pendidikan Matematika II. Malang : Universitas, Negeri Malang
Daelami Hafid Ma'ruf. 2004. Perbedaan Antara Metode Terbimbing Dengan Metode Ceramah Terhadap Prestasi Belajar Hinu Pengetahuan. Skripsi. Surakarta: UNS (tidak diterbitkan)
Depdikbud. 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar GBPP Kelas IV SD. Jakarta : Depdikbud
________. 1994. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Kelas IV SD. Jakarta : Depdikbud
Djauzak Ahmad. 1995. Didaktik lMetodik Umum Jakarta: Diden Dikdasmen
Djoko Maesono dan Sujono. 1993. Matematika IV. Jakarta : Depdikbud
Himawan Wasito. 1992. Pengantar Metodologi Penelitian. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Herman Hudoyo. 2001. Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran Matematika. Malang : FMIPA Universitas Negeri Malang
Herman Hudoyo dan Akbar Sutawidjaja. 1997. Matematika. Jakarta: Depdikbud
J. J Hasibuan dan Moedjiono. 1995. Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya,
Kusni dan Kadaruslan. 2001. Geometri Dasar. Semarang : FMIPA Unnes,
Matyuni. 1995. Studi Komparatif Tentang Pengartih Penggunaan Media Tape Recorder Dan Buku Teks Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi IPA Siswa Kelas V SD Sawit dan SD TempuranKecamatan Andong, Kabupaten Boyolah Tahun Pelajaran 1994/1995. Skripsl, Surakarta : UNS
Muhibin Syah- 1994. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : Rosda Karya
Mulyono Abdurrafiman. 1991. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Bandung : Rosdakarya
Nana Sudjana. 2000. Dasar-Dasar Proses Belajar. Jakarta : Sinar Baru Algesindo
Oemar Hamalik. 2001. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta : Burnt Aksara
Roestiyah N. K- 1989. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Bina Aksara
S. Ulihbukit Karo-karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga, : Saudara
S. Nasution. 1995. Didalaik Asas-Asas Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Sanapiah Faisal dan Mulyadi Guntur Waseso. 1982. Metodologi Penelitian. Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional
St. Y. Slamet. 2003. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Surakarta : Universitas Sebelas Maret

Suharsimi Arikunto. 1995. Prosedur Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta
______________ . 1999. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
Suhito. 1999. Dasar-Dasar Dan Proses Pembelajaran Matematika 3. Semarang : FMIPA HUP Semarang
Sukardi. 2002. Statistika. Surakarta : Masa Baru
Suripto Hadi Siswanto. 1990. Evaluasi Pencapaian Hasil Belajar Siswa. Surakarta : FKIP UNS
Sutrisno Hadi. 1983. Metodologi Research Mid L Yogyakarta : Andi Offset
__________ . 1989. Metodologi Research Jilid IV Yogyakarta: Andi Offset
Syatful BaM Djantarah dan Aswan Zata 2002. Smarew Jakarta : Rineka Cipta
Tim Pengembang PGSD. 1996. Strategi Belajar Mengajar H. Jakarta Depdikbud
_____________________ . 1997. Pendidikan Matematika IL Jakarta : Depdikbud
W. Gulo. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta :
Grasindo W.S Winkel. 1984. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

Tuesday, December 17, 2013

Pd 084 : Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penggunaan Alat Peraga Dekak – Dekan pada Siswa Kelas III SD Negeri 4 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005

Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penggunaan Alat Peraga Dekak – Dekan pada Siswa Kelas III SD Negeri 4 Gondosari Kecamatan   Gebog  Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005. 


SKRIPSI (Matematika)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2005.


ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajara matematika melalui penggunaan alat peraga dekak – dekak pada siswa kelas III SD Negeri 4 Gondosari Kecamatan GebogKabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005.
Metode yang dig unakan dalam penelitian ini metode deskreptif persentase. Sedangkan stategi yang digunakan adalah tindakan kelas menggunakan siklus dengan langkah – langkah menyusun rencana, mengadakan pelaksanaan atau tindakan, observasi dan refleksi. Teknk sampling dalam penelitian menggunakan snow ball yaitu penelitian tanpa  melakukan seleksi atau peneliti tidak membatasi jumlah informan atau siswa yang diteliti sejumlah 14 siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi langsung, tes dan dokumentasi. Analisis data adalah deskripstif persentase.
Dengan menggunakan alat peraga dekak – dekak dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika. Hal ini dapat diketahui dari rata – rata nilai siswa sesudah adanya tindakan dari siklus I, Pertemuan I nilai rata –ratanya 6,7 Pertemuan II meningkat menjadi 6,9. Siklus II Pertemuan I nilai rata – ratanya 7,2 dan pada akhir siklus mencapai 8,8. sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan alat peraga dekak – dekak dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika kelas III SD Negeri 4 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Anton Sukarno. 1994. Efektivitas Sistem Pengajarna Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Surakarta: Erlangga
Arief S. Sadiman. 1986. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Gravindo Persada.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994, Petunjuk penggunaan Alat Peraga. Surabaya: Wardhana.
________1996. Kurikulunn Pendidikan Dasar. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SD, TK dun SLB
Herman Hudojo. 1998. Belajar Mengjar Matematika. Bandung: Angkasa
Johson, Dosis Cipta & Myklebust, Halmer R. 1967. Learning Desebilites. New York: Grue & Stratton
Kasihani Kasbolah. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Universitas Negeri Malang
M. Dalyono. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Muhibin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset.
Nana Sudjana. 1989. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru
_______1991. Penilaian Proses Belalar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Ngadino Y. 2000. Media Pembelajaran. Surakarta : Tim UNS
Ngalim Purwanto. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Patton. M.Q. 1980. Qualitative Evaluation Methodes. Beverly Hills: Sage Publisher
Omar Hamalik. 1980. Media Pendidikan. Bandung : Alumni
________1980. Metodologi Pengajaran Illnu Pendidikan. Bandung: Alumni
Rukidi. 1996, Media Pembelajaran. Bandung: Alumni
Slameto 1995. Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit. Jakarta. Bina Aksara.
Suharsimi Arikunto. 1997. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Sutratinah Tirtonegoro. 1988. Anak Supernormal dan Program Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara,
Syalful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Winkel. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278


Pd 076 : Penggunaan Alat Peraga Kartu Pecahan Dalam Pembelajaran Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Kelas V SD 3 Gondosari, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005

Penggunaan Alat Peraga Kartu Pecahan Dalam Pembelajaran Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Kelas V SD 3 Gondosari, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembelajaran Matematika di SD merupakan salah satu kajian yang selalu menarik untuk dikemukakan. Anak usia SD sedang mengalami perkembangan dalam tingkat berpikirnya yang sedang pada tahapan pra konkrit ke konkrit dan menuju tahapan abstrak. Sedangkan Matematika adalah ilmu deduktif, aksiomatik, formal, hirarkis, abstiak, bahasa simbol yang padat arti.Oleh karena itu diperlukan adanya kemampuan khusus dari seorang guru untuk menjembatani antara dunia anak yang belum berpikir deduktif untuk dapat mengerti dunia Matematika yang bersifat deduktif.
Pengajaran Matematika di Sekolah Dasar (SD) berfungsi mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di SD diutamakan agar siswa mengenal, memahami serta mahir menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Matematika di SD dapat bermanfaat untuk membentuk pola pikir orang yang mempelajarinya menjadi pola pikir matematis yang sistematis, logis, kritis, dengan penuh kecermatan. Selain itu, Matematika jugs berguna untuk bekal siswa hidup dalam lingkungannya, untuk mengembangkan pola pikimya dan untuk mempelajari ilmu-ilmu yang akan dipelajari kelak pada tingkat lanjutan di atasnya.
Pembelajaran Matematika di SD memiliki tujuan umum maupun khusus. Tujuan umum mempelajari Matematika di SD adalah (1) Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, dan efektif, (2) mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan Matematika dan pola pikir Matematika dalam kehidupan sehari-hari dan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Sedangkan tujuan khusus pengajaran Matematika di SD adalah (1) menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan) sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari; (2) menumbuhkan kemampuan siswa yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan Matematika; (3) mengembangkan pengetahuan dasar Matematika sebagai bekal lebih lanjut di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan; (4) membentuk sikap logis, kritis, cermat dan kreatif dan disiplin.
Pembelajaran Matematika memiliki ciri tersendiri dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya, yakni : memiliki objek kejadian yang abstrak, berpola pikir deduktif dan konsisten. Sedangkan Ruang lingkup materi / bahan kajian Matematika di SD mencakup : aritmatika (berhitung), pengantar aljabar, geometri, pengukuran dan kajian data (pengantar statistika). Penekanan diberikan pada, “penguasaan bilangan” termasuk berhitung.
Untuk mewujudkan hal tersebut di atas maka perlu ditunjang oleh sarana dan prasarana pendidikan yang memadai seperti gedung sekolah, perpustakaan, keterampilan, Latihan praktek laboratorium, fasilitas belajar serta peralatan lainnya, perlu terus disempumakan, ditingkafikan dan didayagunakan.
Berdasarkan konsepsi tersebut di atas, dapat ditarik suatu pengertian bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan peningkatan mutu serta, komponen yang terkait dalam sistem pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian perlu usaha untuk meningkatkan, mengefektifkan, dan menggunakan berbagai sarana dan fasilitas belajar bagi siswa seperti pemanfataan alat peraga, kartu pecahan sebagai bagian integral dalam proses belajar mengajar Matematika.
Tolok ukur keberhasilan dalam mempelajari Matematika adalah hasil belajar (prestasi belajar) itu sendiri. Dengan demikian prestasi belajar memiliki arti yang sangat penting dalam pendidikan. Namun kenyataannya hasil semester perolehan nilai rata-rata, 5,9 (pencapaian target kelas 59 %). Hal ini menunjukkan bahwa hasil prestasi belajar Matematika masih rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Hal ini disebabkan konsep-konsep dalam Matematika itu abstrak, sedangkan pada umumnya siswa berpikir dari hal-hal yang konkret menuju hal-hal yang abstrak, maka salah satu jawabannya agar siswa mampu berpikir tentang Matematika yaitu dengan menggunakan media pendidikan atau alat peraga. Sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual anak SD yang masih dalam tahap operasi konkret, maka siswa SD dapat menerima konsep-konsep Matematika yang abstrak melalui benda-benda konkret. Untuk mengupayakan kendala tersebut maka pihak sekolah (guru), berusaha mencari jalan pemecahannya yaitu melalui perbaikan dalam sistem pembelajaran termasuk penerapan metode pengajaran, penyajian materi dengan memakai alat peraga. (fasilitas belajar) yang tersedia seperti pemanfaatan alat peraga kartu pecahan. Tujuan digunakannya alat peraga kartu pecahan adalah memudahkan siswa dalam memahami atau mendalami suatu topik di dalam Matematika khususnya pokok bahasan operasi pecahan. Berdasarkan hal tersebut kartu pecahan sebagai alat peraga yang sangat berarti dan menunjang kelancaran pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam peningkatan prestasi belajar siswa.
Alasan peneliti menggunakan peraga kartu pecahan adalah tingkat perkembangan berpikir siswa Sekolah Dasar menurut Piaget anak seumur 7 – 12 tahun berada pada tingkat operasi konkret, belum mampu melakukan operasi yang kompleks, dapat menalar induktif tetapi masih sangat lemah bemalar deduktif, masih mengalami kesulitan menangkap ide (gagasan) abstrak, maka memerlukan bantuan memampulasi benda. konkret (alat peraga).

B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut :
1.      Hasil pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar masih belum optimal hal ini disebabkan oleh kurangnya sarana dan prasarana serta media pembelajaran.
2.      Penggunaan alat peraga kartu pecahan belum dapat dimanfaatkan untuk menunjang peningkatan prestasi belajar Matematika di Sekolah Dasar.
3.      Guru dan siswa belum menguasai prosedur dan teknik penggunaan alat peraga kartu pecahan.

C.    Pembatasan Masalah
Agar penelitian lebih terarah dan mudah difahami, maka perlu pembatasan masalah. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini terfokus pada penggunaan alat peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Cara penggunaan alat peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika pada Sub Pokok Bahasan operasi penjumlahan bilangan pecahan di kelas V di SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
2.      Penggunaan alat peraga kartu pecahan untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas, V pada semester 11 di SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.

D.    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka perumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana cara penggunaan alat peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika pada siswa. kelas V SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus ?
2.      Apakah penggunaan alat peraga peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus ?

E.     Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1.      Cara penggunaan alat peraga, kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika pada siswa kelas, V SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
2.      Apakah penggunaan alat peraga peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.

F.     Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoretis
Sebagaimana masukan guru untuk meningkatkan kualitas, dalam membantu pengentasan konsep / teori tentang alat peraga pada proses pembelajaran penjumlahan bilangan, pengurangan bilangan pecahan.

2.      Manfaat Praktis
Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitian ini berguna bagi :
a.      Peneliti
1)      Menambah dan memperluas wawasan pengetahuan tentang penggunaan alat peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika siswa kelas V SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004 / 2005.
2)      Menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dari bangku kuliah khususnya mats kuliah penelitian.
3)      Sebagai wahana latihan dalam penulisan karya ilmiah yang benar.
b.      Lembaga Civitas Akademika UNS
Memberikan sumbangan penulisan kepada lembaga tentang penggunaan alat peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika sehingga dapat dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermutu dan berkualitas bagi pembacanya. Dengan demikian lembaga Civitas Akademika UNS dapat mengamalkan menyumbangkan hasil karya mahasiswanya sebagai perwujudan “Tri Dharma Perguruan Tinggi” kepada masyarakat sehingga dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi .
c.       UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Memberikan wawasan, masukan dan sumbangan pemikiran kepada UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus tentang penggunaan alat peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika siswa kelas V SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004 / 2005 sehingga dapat dijadikan sebagai bahan kajian dan penentu kebijaksanaan dalam peningkatan pembelajaran dan prestasi belajar di SD se Kecamatan Gebog.
d.      SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus
Memberikan wawasan, masukan dan sumbangan pemikiran kepada pihak sekolah (Kepala SD 3 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus) tentang penggunaan alat peraga kartu pecahan dalam pembelajaran Matematika siswa kelas V sehingga dapat dijadikan sebagai bahan kajian dan penentu kebijaksanaan dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran dan prestasi belajar di sekolahnya.
e.       Guru
1)      Dapat mendorong pars guru dalam memberikan materi pelajaran dengan memperhatikan kemampuan siswa sebelumnya.
2)      Bagi guru, memperluas pengalaman mengajar di kelas dalam rangka merencanakan pembelajaran yang efektif, khususnya dalam menggunakan alat peraga kartu pecahan.
f.       Siswa
Untuk mempermudah siswa dalam mempelajari Matematika sehingga siswa mampu menyelesaikan kesulitan dalam pembelajaran khususnya konsep operasi pecahan.


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

ODAP

CARA PEMESANAN FILE

1. Silakan SMS ke HP. 085641051278 >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan (agar proses pengecekan lebih mudah). Mohon SMS saja.

2. Kirim e-mail ke : rosiyaniellyana@gmail.com >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan. Silakan tulis "FILE SKRIPSI SAYA" sebagai subjek e-mail.

3. Pembayaran dilakukan via transfer ke Bank CIMB Niaga. (nomer rekening kami informasikan bersamaan dengan konformasi file).

4. Pengiriman dapat berupa:
a. soft file >>> via e-mail
b. soft file dalam bentuk CD/DVD >>> via pos / paket
c. hard file (+ biaya print) >>>> via pos / paket