KATALOG LENGKAP

Silakan kirim e-mail ke rosiyaniellyana@gmail.com atau sms ke HP. 085641051278 untuk mendapatkan katalog lengkap judul-judul skripsi koleksi kami. Judul yg dipublikasikan baru sebagian dari koleksi kami. Katalog dikirim via e-mail.

Monday, December 30, 2013

E 062 : Kemampuan Rasio Keuangan Sebagai Alat Untuk Memprediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur

 SKRIPSI
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. 

Abstrak

Peringkat obligasi merupakan guide bagi para pemodal yang berminat membeli obligasi karena peringkat obligasi merupakan skala risiko dari semua obligasi yang diperdagangkan, skala ini menunjukan seberapa aman suatu obligasi bagi si pemodal. Keamanan ini ditunjukan oleh kemampuannya dalam membayar bunga dan pelunasan pokok pinjaman.  Agen pemeringkat dalam menentukan pemeringkat suatu obligasi dipengaruhi oleh beberapa kriteria diantaranya rasio keuangan,  mortage provision,  sinkin fund, dan  maturity. Beberapa literatur menyatakan pemeringkatan obligasi yang dilakukan oleh pemeringkat tidak selalu akurat Berdasarkan permasalahan tersebut, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh tambahan bukti empiris mengenai kemampuan rasio keuangan dalam membentuk model yang digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi. Data  yang digunakan berupa rasio keuangan (leverage, likuiditas, solvabilitas, profitailitas, dan produktivitas ).
Populasi dalam penelitian ini adalah data dan informasi keuangan perusahaan manufaktur yang obligasinya terdaftar pada agen pemeringkat PT. KASNIC Credit Rating dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Dengan metode random sampling diperoleh sampel sebanyak 13 perusahaan manufaktur dan menghasilakan 52 observasi sejak tahun 2004 sampai dengan 2005. penentuan populasi sasaran berdasarkan kriteria obligasi yang mendapatkan kasifikasi invesment grade (yang memiliki rengking BBB, A, AA, dan AAA) dan non-invesment grade (D, CCC, B, dan BB) dari agen pemeringkat  PT. KASNIC Credit Rating. Adapun populasi tersebut berjumlah 52 unit, yaitu klasifikasi invesment grade 40 unit dan non-invesment grade 12 unit. 
Hasil penelitian dengan menggunakan uji  Independent Sample t Test  menunjukan dari kelima rasio keuangan, kelima rasio keuangan tersebut berbeda secara signifikan antara perusahaan yang peringkatnya masuk invesment grade dan non-invesment grade. MDA (Multiple Diskriminan Analysis) secara statistik menunjukan bukti bahwa rasio keuangan yang diajukan yaitu: leverage dengan proxy  Long Term Liabilities/ Total Asset, likuiditas (Current Asset/ Current Liabilities), solvabilitas (Cash Flow from Operating/ Total Liabilities), profitailitas (Operating Income/ Sales), dan produktivitas  (Sales/ Total Asset). Dari kelima rasio keuangan tersebut 4 diantaranya, yaitu leverage, solvabilitas, profitailitas, dan produktivitas mempunyai kemampuan dalam membentuk model prediksi peringkat obligasi. Model prediksi yang terbentuk mempunyai tingkat ketepatan mencapai 96,2 % dalam memprediksi peringkat obligasi. 
Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan tersebut berbeda secara signifikan antara perusahaan yang rating  obligasinya masuk invesment grade dan non-invesment grade. Rasio keuangan tersebut juga dapat digunakan sebagai model prediksi obligasi khusus perusahaan manufaktur yang berada di Indonesia. Para emiten hendaknua memperbaiki atau meningkatkan kinerja keuanganya agar dapat meningkatkan kinerja keuanganya. Para emiten yang ingin menginfestasikan dananya hendaknya memperhatikan rating perusahaan yang akan menjadi tempat untuk berinvestasi, karena peringkat yang baik menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. 

Kata kunci: Peringkat obligasi, Rasio Keuangan (leverage, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan produktivitas) 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi IV. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Djarwanto, Ps., 1984. Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE. 
Ghozali, Imam. 2001.  Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.  
Kasnic. 2006. Indonesian  Rating Highlight. Kasnic  Credit Rating, February. . Working paper. www.kasnicrating.com
Kesumawati, L. 2000. Pengaruh peringkat hutang dan berbagai faktor yang turut mempengaruhi harga obligasi sebagai  variabel kontrol terhadap yield Premium obligasi. Yogyakarta. Thesis S-2. Pascarsarjana, UGM. (tidak diterbitkan)
Munawir, S., 2002. Analisa Informasi Keuangan. Edisi Pertama. Cet. Pertama.   Yogyakarta: Liberty.
Nurhasanah, 2003. Kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi peringkat obligasi perusahaan manufaktur: Analisis Diskriminan dan Regresi Logistik. Yogyakarta. Thesis S-2. Pascasarjana, UGM. (tidak diterbitkan)
Purnomo, H., 2005. ”Kemampuan Rasio Keuangan Sebagai Alat Untuk Memprediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur”. Yogyakarta. Skripsi. UGM. (Tidak diterbitkan)
Rahardjo, Sapto. 2003.  Panduan Investasi Obligasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 
Sari, M. P. 2004. Ketepatan Peringkat Obligasi Antara Model Prediksi dan Agen Pemeringkat. Yogyakarta. Thesis S-2.  Pascasarjana. UGM. (Tidak diterbitkan)
Sartono, R.A, 1996. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi.Yogyakarta: Edisi 3. BPFE. 
Sulistyastuti, DR., 2002. Saham & Obligasi, Ringkasan Teori dan Soal Jawab. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

E 061 : Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003-2005

SKRIPSI
Jurusan Ekonomi Fakultas  Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.2003-2005 

Abstrak


IHSG merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Peningkatan IHSG menunjukkan kondisi pasar modal sedang bullish, sebaliknya jika menurun menunjukkan kondisi pasar modal sedang  bearish. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor baik mikro maupun makroekonomi. Diantara faktor makroekonomi yang mempunyai peranan penting dalam pergerakan IHSG adalah Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI. Namun, kebenaran argument ini masih perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah variabel-variabel independen Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005?, (2) Apakah variabel independen Nilai Tukar Rupiah/US$ secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan  di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005?, (3) Apakah variabel independen Tingkat Suku Bunga SBI secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005?.
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel-variabel independen Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI secara bersama-sama terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan  di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005, (2) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen Nilai Tukar Rupiah/US$ secara parsial terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan  di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005, (3)
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen Tingkat Suku Bunga SBI secara parsial terhadap variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005. Populasi penelitian ini adalah indeks harga seluruh saham yang ada di BEJ yang terdaftar dari 1 Januari 2003 sampai 31 Desember 2005. Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampling jenuh atau sampel sensus, yaitu teknik penentuan sampel dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sehingga diperoleh 36 sampel. Ada 3 (tiga) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) Indeks Harga Saham Gabungan, (2) Nilai Tukar Rupiah/US$, dan (3) Tingkat Suku Bunga SBI. Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif yang dikumpulkan secara time series yang diambil berdasarkan studi pustaka maupun dengan mengakses www.jsx.co.id dan www.bi.go.id. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda (multiple regression analysis model) dengan persamaan kuadrat terkecil (Ordinary Least Square).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara bersama-sama ada pengaruh yang sangat signifikan antara  Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta periode 2003-2005 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, (2) Secara parsial ada pengaruh yang sangat signifikan antara Nilai Tukar Rupiah/US$ terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta periode 2003-2005 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, dan (3) Secara parsial ada pengaruh yang sangat signifikan antara Nilai Tukar Rupiah/US$ terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta periode 2003-2005 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil tersebut berdasarkan pada taraf kepercayaan 95 %. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa Nilai Tukar Rupiah/US$ danTingkat Suku Bunga SBI merupakan faktor yang sangat berperan dalam perubahan Indeks Harga Saham Gabungan. Adanya pengaruh yang sangat signifikan antara Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan periode tahun 2003-2005 perlu diperhatikan oleh para investor agar dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat keputusan investasi di Bursa Efek Jakarta.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat  bermanfaat bagi para investor, perusahaan/emiten, pemerintah maupun bagi peneliti selanjutnya. Investor sebaiknya memperhatikan informasi-informasi mengenai Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI yang dapat dimanfaatkan untuk memprediksi IHSG di BEJ yang kemudian untuk mengambil keputusan investasi. Perusahaaan perlu mengkaji terlebih dahulu faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya beban perusahaan yang dapat diakibatkan oleh Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI sehingga dalam pelaksanaannya nanti manajemen perusahaan dapat mengambil kebijakan dalam rangka  menarik investor di pasar modal. Pemerintah sebaiknya juga memperhatikan faktor makroekonomi (Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI) melalui kebijakan-kebijakan yang diambil, yang selanjutnya untuk menarik minat investor baik domestik maupun asing di Bursa Efek Jakarta. Bagi peneliti selanjutnya, hasil dari penelitian ini bisa dijadikan dasar dan juga bisa dikembangkan secara luas lagi dengan mengambil faktor-faktor ekonomi yang lain, selain Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI.

Kata Kunci: Nilai Tukar Rupiah/US$, Tingkat Suku Bunga SBI, Indeks Harga Saham Gabungan


Untuk Mendapatkan File Lengkap Hubungi HP 085641051278

ODAP

CARA PEMESANAN FILE

1. Silakan SMS ke HP. 085641051278 >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan (agar proses pengecekan lebih mudah). Mohon SMS saja.

2. Kirim e-mail ke : rosiyaniellyana@gmail.com >> KODE FILE jangan lupa dicantumkan. Silakan tulis "FILE SKRIPSI SAYA" sebagai subjek e-mail.

3. Pembayaran dilakukan via transfer ke Bank CIMB Niaga. (nomer rekening kami informasikan bersamaan dengan konformasi file).

4. Pengiriman dapat berupa:
a. soft file >>> via e-mail
b. soft file dalam bentuk CD/DVD >>> via pos / paket
c. hard file (+ biaya print) >>>> via pos / paket